Daerah  

Pelaku Pembacokan di Kraksaan Ternyata Pernah Gorok Anak Kecil 7 Tahun Yang Lalu

Pelaku pembacokan di Kraksaan ternyata pernah Gorok Anak Kecil 7 tahun yang lalu
Yanto sapaan akrabnya pelaku pembacokan di Kraksaan. (Foto: Skr/ilustrasi)

SUARARAKYATINDO.COM, Probolinggo – Ferdianto Pelaku Pembacokan di Kraksaan adalah orang Blok Jambun Desa Paiton yang mengakibatkan korban dan membacok kurir shopee dan orang cacat di baratnya Sampoerna Kraksaan Kabupaten Probolinggo.

Pelaku Pembacokan di Kraksaan itu terjadi pada siang tadi, di baratnya Sampoerna Kraksaan itu langsung ditembak polisi.

Pelaku pembacokan di Kraksaan itu tak hanya membacok warga di Kraksaan saja, akan tetapi juga membacok anak-anak di Kec. Maron Kab. Probolinggo.

Dihubungi secara terpisah, Badrul Kamal Selaku Keluarga Korban mengatakan bahwa pelaku itu memang sadis kemaren ponakan saya, di gorok sama dia.

“Jadi pelaku pembacokan di Kraksaan yang baru viral gara-gara viedonya tersebar di Grub-grub maupun story itu yang di duga ODGJ memang punya kelainan dan tidak bisa dibiarkan, sebab dulu sekitar 7 tahun yang lalu ponakan saya yang masih berumur 6 tahun jadi korban keganasan dia ( pelaku) leher ponakan saya di gorok tanpa sebab. Saat ponakan saya bermain dengan teman sebayanya, di Desa Pegalangan Kidul,” kata Badrul Kamal.

“Pelaku ini orang paiton dan istrinya orang Alas Sapi kecamatan Gending Probolinggo,” tambahnya Kamal.

Kejadian Pelaku Pembacokan di Kraksaan itu langsung melaporkan kejadian itu kepada Polsek Kraksaan pada pukul 08.30 WIB.

“Mohon ijin dilaporkan pada hari Jumat tanggal 16 Desember 2022 sekita pukul 08.30 wib di sekitar Polsek Kraksaan Jl. Panglima Sudirman Desa Kebonagung Kec. Kraksaan telah terjadi penyerangan terhadap masyarakat oleh orang yang diduga gangguan jiwa”, ujarnya pelapor pada tanggal 16/12/2022.

Baca Juga:   Kebutuhan Pokok Ikut Mulai Naik Akibat BBM Naik

Diduga pelaku pembacokan di Kraksaan itu bernama An. Erik Ferdianto, 36 tahun alamat Jl. Taman Desa Paiton Kecamatan. Paiton luka tembak di belakang kepala yang dilakukan oleh kepolisian.

Kejadian Pelaku Pembacokan di Kraksaan itu mengakibatkan Korban, An. Muhlisin , 30 tahun alamat Desa Klaseman Kec. Gending kurir Shopee luka sabetan leher sebelah kanan dan An Sipul Desa Wangkal Kec. Gading diduga ODGJ , Luka bacokan pada kepala belakang.

Kronologis kejadian

Pada pukul 05.30 wib pelaku pembacokan di Kraksaan langsung diantarkan pulang oleh ambulans Puskesmas Banyuanyar kerumahnya di Jl. Taman Desa Paiton Kec. Paiton karena mengamuk.

Pada jam 06.00 wib pelaku pembacokan di Kraksaan langsung keluar dari rumah dan dibuntuti oleh pamannya Pak YON, di Desa Randumerak pelaku mengambil pisau milik penjual bambu di pinggir jalan dan sempat mengambil sepeda ontel petani di pinggir jalan kemudian jalan kearah barat.

Jam 08.30 wib pelaku tiba di Kantor Shopee Express Desa Kebon Agung Kec. Kraksaan Kab. Probolinggo kemudian membacok salah satu petugas kurir dan mengambil motornya.

Kemudian pelaku menaiki sepeda motor ke arah barat dan setibanya di timur Pabrik Sampoerna pelaku menghampiri orang yang duduk2 di pinggir jalan (diduga orang gila) kemudian pelaku langsung membacok orang tersebut secara bertubi-tubi dan datang petugas kepolisian Aipda Jajak dan Brigpol Vikas memerintahkan untuk menjatuhkan senjatanya namun dihiraukan, kemudian melepaskan tembakan peringatan 2 kali tidak di respon, selanjutnya Petugas Kepolisian berupaya melumpuhkan pelaku pembacokan dengan menembak kaki, kemudian pelaku roboh namun masih tetap membacok korbannya sehingga dilakukan pelumpuhan oleh petugas dengan menembak ke dada.

Baca Juga:   H. Faisol Riza Turut Prihatin Atas Tragedi di Stadion Kanjuruhan

Saat ini kedua korban dan pelaku berada di RS. Graha Sehat untuk dilakukan perawatan medis karena lukanya.

Respon Kepolisian

Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi, saat ini pihaknya sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. “Diketahui, ada seseorang menggunakan senjata tajam melakukan penyerangan terhadap dua orang di wilayah Kraksaan,” ungkap Arsya.

Saat Polisi datang ke TKP dan memberikan peringatan untuk meletakkan senjata tajam yang dipegang oleh Erik, namun tidak dihiraukan dan terus menyerang dua orang sipil, maka Polisi terpaksa melakukan tindakan tegas terukur dengan melumpuhkan terduga pelaku.

“Yang kemudian anggota Polisi telah memberikan peringatan untuk meletakkan senjatanya, yang bersangkutan tetap menyerang orang sipil, karena membahayakan petugas dan masyarakat, kemudian anggota kepolisian melakukan tindakan tegas terukur,” jelasnya.

Pelaku dan dua orang korban yang diserang sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Graha Sehat Kraksaan. “Peristiwa ini kami akan terus melakukan proses penyidikan dan nanti kita akan limpahkan ke Pengadilan,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *