Menu

Mode Gelap
Warga Opo-opo Cemas Dihantui Banjir, Sungai Dangkal Disorot, PUPR Probolinggo Dinilai Abai KRL Commuter Line Surabaya–Pasuruan Direncanakan Tembus Probolinggo, Dorong Konektivitas dan Ekonomi Jatim Stand Up Comedy Berujung Aduan Polisi, APJB Seret Pandji Pragiwaksono ke Polda Jabar Puluhan Santri dan Wali Santri Gelar Aksi Damai, Desak Penegakan Hukum Berkeadilan dalam Kasus Dugaan Pelecehan Crown Casino Online: A New Era of Digital Gaming Experience Belum Seumur Jagung, Alun-Alun Rp4 Miliar Kota Probolinggo Sudah Jadi Kolam Banjir

Daerah

Petani Cabe Rawit di Probolinggo Mulai Tembus Rp 75 Simak Faktanya

badge-check


					Harga Cabe Rawit melonjak naik hingga 75 RB Perbesar

Harga Cabe Rawit melonjak naik hingga 75 RB

SUARARAKYATINDO.COM, Probolinggo – Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok masih dirasakan masyarakat di Pasar Semampir, Kabupaten Probolinggo, dalam beberapa hari terakhir. Salah satu komoditas yang mengalami lonjakan signifikan adalah cabai kecil, yang kini diperdagangkan hingga Rp 75.000 per kilogram.

Seorang pedagang, Kiki, mengungkapkan bahwa sebelumnya harga cabai kecil masih berada di kisaran Rp 55.000 per kilogram. Namun, dalam waktu singkat harganya naik cukup tajam. “Sekarang cabai kecil jadi yang paling mahal. Kenaikannya sangat terasa bagi pembeli,” katanya, Jumat (5/12).

Kondisi serupa juga terjadi pada komoditas tomat. Meski mengalami penurunan dari harga tertingginya, tomat saat ini masih dijual sekitar Rp 10.000 per kilogram setelah sebelumnya sempat menyentuh Rp 15.000 per kilogram. Harga tersebut dinilai masih cukup membebani konsumen.

Tidak hanya sayuran, harga bahan pangan hewani pun belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Harga daging ayam potong masih bertahan di angka Rp 40.000 per kilogram, sementara telur ayam berada di kisaran Rp 32.000 per kilogram. Situasi ini berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat.

“Pembelinya masih ada, tapi sekarang banyak yang belanjanya dikurangi. Biasanya beli dua kilo, sekarang cuma satu kilo,” tambah Kiki.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo, Sugeng Wiyanto, menyebutkan bahwa kenaikan harga dipicu oleh faktor cuaca yang memengaruhi hasil panen. Cuaca yang kurang bersahabat menyebabkan produksi petani tidak maksimal sehingga pasokan di pasaran menjadi terbatas.

Menurut Sugeng, kondisi ini diperkirakan bersifat sementara. Ia memprediksi harga akan mengalami fluktuasi dalam waktu dekat seiring masuknya masa panen. “Ketika panen mulai berjalan, harga bisa turun atau setidaknya lebih stabil. Harapannya, cuaca ke depan lebih mendukung,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Warga Opo-opo Cemas Dihantui Banjir, Sungai Dangkal Disorot, PUPR Probolinggo Dinilai Abai

17 Januari 2026 - 13:44 WIB

Warga Opo-opo Cemas Dihantui Banjir, Sungai Dangkal Disorot, PUPR Probolinggo Dinilai Abai

KRL Commuter Line Surabaya–Pasuruan Direncanakan Tembus Probolinggo, Dorong Konektivitas dan Ekonomi Jatim

16 Januari 2026 - 21:28 WIB

KRL Commuter Line Surabaya–Pasuruan Direncanakan Tembus Probolinggo, Dorong Konektivitas dan Ekonomi Jatim

Stand Up Comedy Berujung Aduan Polisi, APJB Seret Pandji Pragiwaksono ke Polda Jabar

13 Januari 2026 - 18:17 WIB

Stand Up Comedy Berujung Aduan Polisi, APJB Seret Pandji Pragiwaksono ke Polda Jabar

Belum Seumur Jagung, Alun-Alun Rp4 Miliar Kota Probolinggo Sudah Jadi Kolam Banjir

12 Januari 2026 - 19:19 WIB

Belum Seumur Jagung, Alun-Alun Rp4 Miliar Kita Probolinggo Sudah Jadi Kolam Banjir

Warga Ketapang Adukan Dugaan Praktik Asusila di Home Stay, DPRD Kota Probolinggo Gelar RDP

12 Januari 2026 - 19:14 WIB

Warga Ketapang Adukan Dugaan Praktik Asusila di Home Stay, DPRD Kota Probolinggo Gelar RDP
Trending di Daerah
error: