Menu

Mode Gelap
Modafinil Buy Online USA: A Case Examine on Accessibility, Usage, And Implications Understanding 401k Rollover To Gold IRA: A Comprehensive Information Wabup Fahmi AHZ Lepas 752 CJH Kloter 1 dan 2, Total Jamaah Probolinggo Capai 1.204 Orang Knights of Guinevere Character Sheets with Hero Profiles and Ability Guides Knights of Guinevere Character Sheets with Hero Profiles and Ability Guides Unraveling Lizzy Murder Drone Cases and Practical Safety Guidance for Residents

Ekonomi

Program Makan Bergizi Gratis di Coba Hari Ini, Gimana Respon Masyarakat?

badge-check


					Uji Coba Makan Gratis Pertama dari pemerintah. (Foto: Istimewa) Perbesar

Uji Coba Makan Gratis Pertama dari pemerintah. (Foto: Istimewa)

SUARARAKYATINDO.COM- Program awal yang di lakukan pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG) akan dilaksanakan pemerintah mulai hari ini, Senin (6/1/2025).

Kepala Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional (BGN) Kombes Pol Lalu Muhammad Iwan Mahardan mengumumkan, ada 190 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang bakal memenuhi kebutuhan makanan pada program Makan Bergizi Gratis.

“Ini data 190 lokasi SPPG yang siap operasional per tanggal 6 Januari 2025,” ujar Lalu melalui keterangan resminya, Minggu (5/1/2025).

Dapur SPPG ini akan mulai memasak makanan untuk program Makan Bergizi Gratis pada 6 Januari 2025.

Jika dirinci, ada 5 titik lokasi di Jakarta, 40 titik di Jawa Tengah, 32 titik di Jawa Timur, 58 titik di Jawa Barat, lalu masing-masing 3 titik di Banten dan DI Yogyakarta.

Lalu 6 titik di Aceh, 1 di Bali, 1 di Gorontalo, 2 di Kalimantan Selatan, masing-masing 1 di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, dan 8 kecamatan di Kepulauan Riau.

Kemudian, 4 titik di Lampung, masing-masing 2 di Maluku dan Maluku Utara, 1 titik di Nusa Tenggara Timur, 2 di Papua Barat, 1 di Papua Selatan, 3 titik di Riau.

Masing-masing 1 titik di Sulawesi Barat dan Sulawesi Utara, 8 di Sulawesi Selatan, 2 titik di Sulawesi Tenggara, dan masing-masing 1 di Sumatera Barat dan Sumatera Utara.

Mekanisme Penyaluran Program Makan Bergizi Gratis
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi mengatakan, untuk tahap awal, hanya daerah yang sudah siap yang akan mendapatkan program Makan Bergizi Gratis.

“Jadi, untuk yang pertama, memang memperlihatkan daerah mana yang paling siap, karena ini sistemnya, baru kemudian untuk membuat dapurnya perlu dengan standar-standar tertentu,” ucapnya dalam wawancara eksklusif dengan Kompas.id, Sabtu (4/1/2025).

“Jadi, memang di daerah yang paling siap, tersedia lahannya, ada bangunan yang bisa dipakai atau bangunan yang bisa dibangun di situ, kemudian dalam radius, misalnya satu, satu setengah, atau dua kilometer, ada 3.000 anak sekolah, ibu hamil, dan anak balita di situ,” lanjutnya.

Kendati demikian, Hasan optimistis program Makan Bergizi Gratis bisa dilakukan secara menyeluruh dalam kurun waktu 3-5 tahun.

“Jadi, pendistribusiannya dalam waktu paling lambat lima tahun. Tapi, BGN, kan, optimistis tiga tahun sudah semuanya. Jadi, intinya, kita hanya butuh bersabar saja sebentar, buat nanti semuanya akan dapat.”tambahnya.

“Ini, kan, bukan dipilih, melainkan program universal. Ini program tidak menggunakan prioritas karena programnya universal,” ungkapnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dapur MBG di Matekan Gerakkan Ekonomi Desa, Warga Dapat Peluang Kerja Baru

20 April 2026 - 18:28 WIB

Dapur MBG di Matekan Gerakkan Ekonomi Desa, Warga Dapat Peluang Kerja Baru

Harga Emas Diprediksi Tembus Rp 82 Juta per Ounce, Goldman Sachs: Safe Haven Utama Hadapi Gejolak Global

5 September 2025 - 13:56 WIB

Harga Emas Antam Naik Lagi, Tembus Rp 2,29 Juta per Gram pada Jumat 7 November 2025

Kopdes Merah Putih Kini Bisa Ajukan Pinjaman hingga Rp3 Miliar ke Bank Himbara

5 September 2025 - 12:15 WIB

Harga Emas Tembus Rekor Tertinggi! Ini Penjelasan dan Tips Bijak Menyikapinya

5 September 2025 - 10:45 WIB

Harga Emas Antam Naik Lagi, Tembus Rp 2,29 Juta per Gram pada Jumat 7 November 2025

1.000 Ton Gula Petani Lumajang Segera Diserap, Zulkifli Hasan Pastikan Harga Tetap Stabil

21 Agustus 2025 - 21:30 WIB

Trending di Ekonomi
error: