Daerah  

Protes Kenaikan BBM, PMII Probolinggo Akan Demo di Depan Gedung DPRD Probolinggo

Protes Kenaikan BBM, PMII Probolinggo Akan Demo di Depan Gedung DPRD Probolinggo
PC PMII Probolinggo Menggelar Demostrasi terkait Harga BBM. (Foto; Cabang PMII Probolinggo)

SUARARAKYATINDO.COM, Probolinggo – Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Probolinggo akan menggelar demonstrasi tolak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) di depan Gedung DPRD Probolinggo, Kamis (8/9/22) besok.

Dalam undangan yang beredar, Pengurus Cabang (PC) PMII Probolinggo akan menyampaikan aspirasi terkait kebijakan kenaikan Bahan Bakar Bakar Minyak (BBM) yang dipandang merugikan pekerja atau buruh.

Dia mengatakan, akan gelar aksi akbar besok Kamis siang. Adapun massa aksi demo akan di pusatkan di depan Gedung DPRD Probolinggo.

“Kemungkinan kita akan menggelar aksi di tanggal 8 (September). Kita rencana di depan Gedung DPRD Probolinggo, dan kita akan merapatkan barisan (Red) ,” ucap Ketua Pengurus Cabang PMII Probolinggo saat dihubungi, Rabu (7/9).

Selain itu, tuntutan yang akan di sampaikan para massa aksi didepan gedung DPRD Probolinggo hanya memfokuskan pada BBM.

“Kalau untuk tuntutan tetap dengan tolak kenaikan BBM. Untuk saat ini kita fokus ke BBM,” terangnya.

“Kami dan massa aksi akan membawa beberapa tuntutan di depan gedung DPRD (Red),” imbuh Yayak sapaan akrabnya.

Ada beberapa poin tuntutannya, diantaranya:

1. Menolak secara tegas kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi.
2. Pengurus Cabang PMII Probolinggo mendesak pemerintah untuk secara serius dan sungguh-sungguh.
memberantas mafia bahan bakar bersubsidi sesuai hukum yang berlaku.
3. PMII Probolinggo mendorong pemerintah untuk membuka keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan penyaluran BBM bersubsidi.
4. Mendesak pemerintah Daerah Probolinggo untuk meningkatkan standar upah minimum tunai.
5. Mendesak pemerintah daerah untuk membantu ekonomi masyarakat ditengah guncangan kebijakan pemerintah pusat.

Sebelumnya, pemerintah menaikkan harga pertalite dari Rp.7.650 per liter menjadi Rp.10.000 per liter, solar subsidi dari Rp.5.150 per liter menjadi Rp.6.800 per liter, Pertamax non subsidi naik dari Rp.12.500 menjadi Rp.14.500 per liter sejak sabtu 3 September 2022 pukul 14.30 WIB.

Tinggalkan Balasan