Puisi Tan Hamzah, "Kota Hujan" - Suararakyatindo

Menu

Mode Gelap
KH Zulfa Mustofa Ditunjuk sebagai Pj Ketua Umum PBNU Gantikan Gus Yahya UNUJA–BPS Perkuat Ekosistem Data Lewat Pojok Statistik dan Program Desa Cantik Tembakau Probolinggo Makin Diperhitungkan, Tembus Pasar Antarwilayah Sweet Bonanza Demo Play: A Sugary World of Wins Petani Cabe Rawit di Probolinggo Mulai Tembus Rp 75 Simak Faktanya Aspirasi Run 2025 Semarak, DPRD Probolinggo Dorong Budaya Hidup Sehat

Kolom

Puisi Tan Hamzah, “Kota Hujan”

badge-check


					Ilustrasi hujan yang diguyur per kotaan. (Foto; Ilustrasi) Perbesar

Ilustrasi hujan yang diguyur per kotaan. (Foto; Ilustrasi)

Oleh; Tan Hamzah 

Kota Hujan
Kotaku penuh hujan dan bunga-bunga
Menjadi sunyi di sajadah sore
Petang jadi pagi, dingin menyelimuti kaki
Mengantarkan kita pada titik pulas bayang-bayang
Kotaku hujan
Gedung tinggi mandi
Sehabis bermain sepanjang musim gugur
Dan jalan macet, becek, kotor trotoar
Tiada rumah bagi binatang-binatang melata
Bagi mereka yang tak punya rumah untuk pulang, rebah di bahu jalan
Menatap takdir yang gersang di musim hujan
Dan gadisku tertimpa hujan deras
Di jalan menuju bibir kota
Yang ramai oleh kata-kata
Ya gadisku, kotaku, hujanku
Basah semua.

Jam 2
Puisi jam 2 selalu menyimpan percakapan singkat
Dialog atau monolog, entahlah
Aku berbicara pada diriku
Tentang hal-hal yang tidak selesai
Dan cerita yang akan dimulai
Pada minggu pagi

Dua minggu yang lalu kau mengirim pesan padaku
Setelah satu tahun tidak bertukar kabar

Bertahun-tahun yang lalu
Kau selalu terbangun, susah tidur
Jam 2 pagi kau mengirim pesan padaku

Waktu yang sunyi itu tetap hening sampai saat ini

Mingu malam
Petikan gitar seorang kawan
Membawa kita mengingat Chopin dan Beethoven
Yang rumit
Kopi, tembakau di meja
Lalu kita bicara Amor fati Nietzche
Menebak-nebak di umur berapa kita akan mati
Menjemput takdir, menemui kepastian
Kau yang ragu,
Pada kemungkinan diriku
Di minggu malam
Akhir bulan
Ujung tahun
Aku ingin sekali berkata

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Jangan Selalu Norma, Mari Pandang Coming Out LGBTQ+ Dari Kacamata Psikologi

1 Oktober 2025 - 20:55 WIB

Jangan Selalu Norma, Mari Pandang Coming Out LGBTQ+ Dari Kacamata Psikologi

Kisah Kelam Sejarah G30S PKI, Mahasiswa Harus Jadi Garda Terdepan Menjaga Ideologi Pancasila

1 Oktober 2025 - 12:35 WIB

Kisah Kelam Sejarah G30S PKI, Mahasiswa Harus Jadi Garda Terdepan Menjaga Ideologi Pancasila

Sajak Mahendra Utama, Untuk Gus Imin di Hari Lahirmu

24 September 2025 - 12:20 WIB

Sajak Mahendra Utama, Untuk Gus Imin di Hari Lahirmu

Sajak Mahendra Utama, Untuk Affan Kurniawan, Yang Terbaring di Aspal Jakarta

30 Agustus 2025 - 19:38 WIB

Sajak Mahendra Utama, Untuk Affan Kurniawan, Yang Terbaring di Aspal Jakarta

Dana Desa Dipangkas, Kades Dipaksa Tanggung Gagal Bayar Koperasi Merah Putih

24 Agustus 2025 - 13:33 WIB

Dana Desa Dipangkas, Kades Dipaksa Tanggung Gagal Bayar Koperasi Merah Putih
Trending di Kolom
error: