Menu

Mode Gelap
Kades Pakel Lumajang Dikeroyok di Rumahnya, Polisi Selidiki Motif Serangan Paito Warna HK Lotto untuk Membaca Tren Angka dengan Pendekatan Visual Minibus Tabrak Honda Scoopy di Triwung Kidul, Pengendara Motor Dilarikan ke RS Bupati Probolinggo Larang ASN Gunakan LPG 3 Kg, SPPG MBG Ikut Diingatkan The Rise of Sugar Daddy Websites in South Africa: A new Age Of Relationships Understanding Private Jet Charter Prices: A Complete Information

Kolom

Puisi Tan Hamzah, “Revolusi”

badge-check


					Ilustrasi revolusi yang berdampak perubahan. (Foto; Istimewa) Perbesar

Ilustrasi revolusi yang berdampak perubahan. (Foto; Istimewa)

OLEH; TAN HAMZAH

VXI
Ia bangun mendahului merah fajar
Sambil menyiapkan sekeranjang buah pisang
Yang kuning merona
Bagai tangisan sepasang muda yang kasmaran
Lalu menerobos gelapnya jalan setapak yang sepi
Melangkah hati-hati diantara rumput yang tertidur pulas
Dan bunga yang setengah mekar
Lima kilo ia jalan kaki
Menuruni perbukitan yang diselimuti kabul tebal
Dan embun yang kedinginan
“mereka sedang solat malam, mereka sedang sujud, dan aku harus menjemput rejekiku di tepi pasar maesan”
Sampai di pasar
Ia membariskan pisang-pisang itu
Bagai sekelompok pleton barisan
Yang berjejer rapi, siap menerima perintah dari komandan
“satu sisir pisang ambon/5000”
“satu sisir pisang raja/20000”
“satu sisir pisang mas/3000”
Satu persatu pisang itu laku
Menjelang pukul 06.00
Dagangannya habis terjual, ia kembali pulang
Di tengah jalan ia menyapa bunga yang baru mekar utuh

Revolusi
Malam telah mulai bersulang
Menenggak arak dari manis senyummu yang memabukkan
Sambil bercerita tentang gadis gadis Teheran
Yang melepas jilbabnya
Lalu melemparnya pada jubah Khomeini
Juga bercerita tentang anak-anak Afghanistan
Yang membuat bom dari roti gandum
Revolusi katamu, sambil mengangkat gelas

Reina
Kau berlindung di balik kerudung hitam manis dan lucu
Sambil menghisap rokok kretek ke tiga
Sambil membaca zetkin
Sambil mengorek-ngorek kata ilmiah dan bersahaja
Kau berlindung juga dibalik sweater warna putih tulang
Sambil menahan angin timur
Sambil menahan jam larut
Kau berlindung dibawah manis senyummu

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kritik dalam Demokrasi: Antara Hak Politik dan Tuduhan Makar

7 April 2026 - 19:01 WIB

Kritik dalam Demokrasi: Antara Hak Politik dan Tuduhan Makar

Makan Bergizi Gratis (MBG) : Kebijakan Populis yang Mengorbankan Pendidikan?

16 Februari 2026 - 18:41 WIB

Ilustrasi Anggaran Pendidikan dan Program MBG 2026

Jangan Selalu Norma, Mari Pandang Coming Out LGBTQ+ Dari Kacamata Psikologi

1 Oktober 2025 - 20:55 WIB

Jangan Selalu Norma, Mari Pandang Coming Out LGBTQ+ Dari Kacamata Psikologi

Kisah Kelam Sejarah G30S PKI, Mahasiswa Harus Jadi Garda Terdepan Menjaga Ideologi Pancasila

1 Oktober 2025 - 12:35 WIB

Kisah Kelam Sejarah G30S PKI, Mahasiswa Harus Jadi Garda Terdepan Menjaga Ideologi Pancasila

Sajak Mahendra Utama, Untuk Gus Imin di Hari Lahirmu

24 September 2025 - 12:20 WIB

Sajak Mahendra Utama, Untuk Gus Imin di Hari Lahirmu
Trending di Kolom
error: