Menu

Mode Gelap
May Day di Kabupaten Probolinggo Penuh Kebersamaan, Buruh Sampaikan Delapan Tuntutan Skandal ASN–PPPK di Probolinggo Meledak, Digerebek Suami di Mal hingga Berujung Adu Fisik Harga Daging Ayam di Probolinggo Melonjak, Warga Kurangi Pembelian Khofifah Siap Temui Buruh di May Day 2026, Tekankan Kolaborasi dan Kesejahteraan Pekerja Mostbet uz: download apk and skachat yuklab Android/IOS app for users from Uzbekistan, kirish login com, reviews, owner’s photo, casino bet, uzb Android online Credit Score Donkey’s Best Gold IRA Companies: A Comprehensive Assessment

Daerah

Roma Sondhuk Gelar Pameran Pusaka Nusantara, Angkat Spirit Pelestarian Budaya Lewat Ngaji Budaya

badge-check


					Roma Sondhuk Gelar Pameran Pusaka Nusantara, Angkat Spirit Pelestarian Budaya Lewat Ngaji Budaya Perbesar

Roma Sondhuk Gelar Pameran Pusaka Nusantara, Angkat Spirit Pelestarian Budaya Lewat Ngaji Budaya

SUARARAKYATINDO.COM, Probolinggo – Roma Sondhuk mengadakan Pameran Pusaka Nusantara di Desa Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, pada Sabtu (14/3/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang edukasi budaya yang bertujuan memperkenalkan berbagai peninggalan leluhur kepada masyarakat luas.

Pameran tersebut dikemas dalam konsep “ngaji budaya”, yakni perpaduan antara diskusi kebudayaan dan refleksi nilai-nilai tradisi. Dalam kesempatan itu, hadir sejumlah pakar budaya, di antaranya KH Jadul Maula dan Mpu Ikka Arista, yang memberikan pemaparan mengenai pentingnya menjaga warisan budaya di tengah arus modernisasi.

Noer Syamsi Zakaria dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini sudah jarang dijumpai. Menurutnya, konsep yang diusung dalam Pameran Pusaka Nusantara berbeda dari kegiatan kebudayaan pada umumnya.

“Saya ingin acara kebudayaan ini tampil berbeda. Budaya kita hari ini hampir punah karena masyarakat lebih banyak mengikuti tradisi baru,” ujarnya saat memberikan sambutan dalam agenda ngaji budaya.

Ia juga menyoroti keberadaan rumah-rumah kuno di Kabupaten Probolinggo yang kini semakin sulit ditemukan. Perkembangan desain bangunan modern dinilai membuat ciri khas arsitektur tradisional kian tergerus.

Pria yang akrab disapa Mas Jaka itu berharap budaya lokal di Kabupaten Probolinggo terus dilestarikan agar generasi muda tidak melupakan tradisi leluhur. Ia bahkan mendorong pemerintah daerah untuk membuat regulasi khusus berupa peraturan daerah (Perda) tentang pelestarian budaya.

“Pemerintah perlu membuat perda tentang kebudayaan agar tetap lestari. Contohnya seperti Rumah Shonduk yang masih mempertahankan bangunan kuno,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, ia berharap agenda ngaji budaya dapat terus digelar secara konsisten di Kabupaten Probolinggo sebagai upaya menjaga dan merawat warisan tradisi agar tetap hidup di tengah masyarakat.

Acara ngaji budaya ini berlangsung selama 2 hari yang di isi oleh tokoh-tokoh budaya dari berbagai daerah.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Wali Kota Absen, Rapat Paripurna LKPJ DPRD Kota Probolinggo Dijadwal Ulang

20 April 2026 - 18:35 WIB

Pemerintah Kota Probolinggo Wajibkan OPD Gunakan Air Mineral Lokal, DPRD Soroti Potensi Keberpihakan

Genggong Go Green ke-7, Gerakan Moral Bersepeda untuk Efisiensi Energi

19 April 2026 - 17:10 WIB

Genggong Go Green ke-7, Gerakan Moral Bersepeda untuk Efisiensi Energi

Ketua PC GP Ansor Kraksaan Siap Tempuh Jalur Hukum Usai Aksi di Rumah Pribadi

19 April 2026 - 13:28 WIB

Ketua PC GP Ansor Kraksaan Siap Tempuh Jalur Hukum Usai Aksi di Rumah Pribadi

Abd Wahid Resmi Jadi Sekretaris PC GP Ansor Kraksaan, Tegaskan Dipilih Lewat Pleno Sah

19 April 2026 - 10:53 WIB

Abd Wahid Resmi Jadi Sekretaris PC GP Ansor Kraksaan, Tegaskan Dipilih Lewat Pleno Sah

Komandan Banser Kraksaan Bantah Keterlibatan Organisasi dalam Aksi di Kediaman Ketua GP Ansor

19 April 2026 - 10:48 WIB

Komandan Banser Kraksaan Bantah Keterlibatan Organisasi dalam Aksi di Kediaman Ketua GP Ansor
Trending di Daerah
error: