Oleh : Umi Nurhayati
Betapa perkataan bisa salah arti
Ia terkadang menghakimi diri
Sebagai pribadi dungu juga kurang kongsi
Rasa takut atau salah paham
Nada paradoks yang sering Ia jumpai
Tentang tradisi juga sumbangan pribadi
Seorang berkata: “bila kau tak paham,”
“Maka jadilah murid”
Apa yang disebut kelaziman
Tak berlaku di sini
Nyaris mustahil memisahkan diri
Bergelut di era dominasi
Katanya, “jangan berisik”
Seperti apa yang dilakukan orang di luaran
Banyak kongsi jadi berisi
Satu banding sepuluh tentulah rugi
Yogyakarta, 03 Oktober 2024













