Menu

Mode Gelap
Jalan Segaran–Tiris Ambles, Kendaraan Besar Tak Bisa Melintas Heboh! Warga Tanam Pohon Pisang di Jalan, Protes Lambannya Penanganan Banjir di Curahkates Ansor Kraksaan Ajak Semua Pihak Gotong Royong Tangani Banjir Satu-Satunya Akses Desa Terancam: Khofifah Turun Langsung Observasi Jembatan Sumbersecang Wamenperin Faisol Riza Kirim Utusan Tinjau Korban Banjir di Kraksaan Empat Kali Berturut-turut, Tolong Gus, Warga Opo-Opo Krejengan Kembali Menjerit Banjir

Berita

Satu-Satunya Akses Desa Terancam: Khofifah Turun Langsung Observasi Jembatan Sumbersecang

badge-check


					Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Probolinggo Gus Haris saat meninjau kondisi Jembatan Desa Sumbersecang yang terdampak gerusan banjir, 23 Februari 2026. Perbesar

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Probolinggo Gus Haris saat meninjau kondisi Jembatan Desa Sumbersecang yang terdampak gerusan banjir, 23 Februari 2026.

Probolinggo, 23 Februari 2026 — Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa>, meninjau langsung kondisi Jembatan Desa Sumbersecang, Kabupaten Probolinggo, Senin (23/2). Dalam kunjungan itu, ia hadir bersama Bupati Probolinggo, Gus Haris, untuk memastikan langkah cepat penanganan kerusakan pondasi dan penahan jembatan yang tergerus banjir.

Arus sungai yang meningkat akibat hujan berintensitas tinggi mengikis tanah di sekitar pondasi. Gerusan tersebut melemahkan struktur penopang dan memunculkan kekhawatiran warga. Pemerintah provinsi dan kabupaten memilih turun langsung ke lapangan agar dapat mengambil keputusan berbasis kondisi riil.


Akses Tunggal yang Menopang Aktivitas Warga

Jembatan Desa Sumbersecang memegang peran vital dalam kehidupan masyarakat. Warga mengandalkan jembatan ini sebagai satu-satunya akses keluar-masuk desa. Dari jalur inilah hasil pertanian bergerak ke pasar, anak-anak menuju sekolah, dan masyarakat menjangkau fasilitas kesehatan.

Kerusakan pada pondasi tidak hanya mengancam konstruksi, tetapi juga mengganggu stabilitas ekonomi desa. Jika akses terputus, aktivitas distribusi terhambat dan mobilitas warga menurun drastis. Situasi tersebut berpotensi menekan pendapatan petani dan pelaku usaha kecil.

Di lokasi peninjauan, Khofifah berdialog langsung dengan warga. Ia mendengarkan keluhan sekaligus mencatat dampak yang sudah dirasakan masyarakat. Beberapa warga mengaku khawatir melintasi jembatan saat debit air meningkat. Mereka menilai struktur penahan di bagian bawah jembatan terlihat semakin terkikis.

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Kita harus bergerak cepat dan tidak menunggu sampai muncul risiko yang lebih besar,” tegas Khofifah.


Langkah Cepat dan Solusi Teknis

Bupati Gus Haris langsung mengoordinasikan asesmen teknis bersama dinas pekerjaan umum. Tim teknis memeriksa kondisi pondasi, menghitung tingkat pengikisan tanah, serta memetakan potensi kerusakan lanjutan. Pemerintah daerah juga memasang pengamanan sementara agar kendaraan tetap bisa melintas dengan batasan tertentu.

“Kami percepat kajian teknis agar proses perbaikan segera berjalan. Karena ini akses tunggal, kami tidak punya pilihan selain bergerak cepat,” ujar Gus Haris.

Tim teknis kini menyiapkan beberapa opsi perkuatan struktur. Pemerintah mempertimbangkan pemasangan bronjong tambahan di sisi sungai, penguatan turap penahan tanah, serta rekonstruksi sebagian titik yang paling terdampak. Langkah tersebut bertujuan menahan gerusan lanjutan sekaligus memperkuat daya tahan jembatan dalam jangka panjang.

Selain itu, pemerintah daerah membuka peluang penggunaan anggaran darurat agar proses perbaikan tidak tersendat prosedur administratif. Koordinasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo terus berjalan untuk memastikan dukungan anggaran dan teknis.

Kehadiran gubernur dan bupati di lokasi memperlihatkan komitmen pemerintah dalam menjaga infrastruktur desa. Mereka tidak hanya menerima laporan di meja kerja, tetapi juga melihat langsung kondisi lapangan dan merespons kebutuhan warga.

Bagi masyarakat Desa Sumbersecang, jembatan ini bukan sekadar bentang beton dan baja. Jembatan tersebut menjadi penghubung harapan dan penggerak kehidupan sehari-hari. Warga kini menanti realisasi perbaikan yang konkret agar mereka dapat kembali beraktivitas tanpa rasa cemas.

Peristiwa ini mengingatkan semua pihak bahwa pembangunan harus menjangkau hingga titik-titik paling vital di desa. Infrastruktur yang kuat tidak hanya menopang mobilitas, tetapi juga menjaga kepercayaan publik terhadap kehadiran negara. Pemerintah pun menegaskan komitmennya untuk memastikan Jembatan Sumbersecang kembali kokoh dan aman dilalui masyarakat.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026, Berbeda dengan Muhammadiyah

18 Februari 2026 - 03:20 WIB

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026, Berbeda dengan Muhammadiyah

Makan Bergizi Gratis (MBG) : Kebijakan Populis yang Mengorbankan Pendidikan?

16 Februari 2026 - 18:41 WIB

Ilustrasi Anggaran Pendidikan dan Program MBG 2026

Wamenperin Faisol Riza Gandeng Perempuan Nahdliyin Gelar Doa Bersama Untuk Probolinggo

24 Januari 2026 - 18:44 WIB

Wamenperin Faisol Riza Gandeng Perempuan Nahdliyin Gelar Doa Bersama Untuk Probolinggo

Menjaga Api Tetap Jinak: Relawan SPPG Sidomukti Diperkuat Pelatihan Mitigasi Kebakaran

29 Desember 2025 - 11:47 WIB

Tim Satgas dan OPD Probolinggo Sidak Dapur MBG Genggong, Pastikan Kelayakan dan Kualitas Makanan

4 November 2025 - 16:42 WIB

Trending di Berita
error: