Menu

Mode Gelap
Exploring the 2026 Gambling Market Groundbreaking Hotel Azana Style Kraksaan Dimulai, Jadi Harapan Baru Investasi dan Pariwisata Probolinggo Pipa Utama Pecah, Distribusi Air Perumdam Bayuangga di Kota Probolinggo Lumpuh Advokat Moh. Ali Murtadho Sebut Hellyana Tidak Memiliki Niat Jahat dalam Kasus Ijazah Pemkab Probolinggo Gelar Aksi Bersih Pantai Gili Ketapang, Jaga Daya Tarik Wisata Bahari Penjual Tempe di Probolinggo Dibegal Saat Subuh, Motor dan Dagangan Raib

News

Terungkap! Modus Baru Kecurangan SPBU Kurangi Takaran BBM dengan Aplikasi Remote

badge-check


					Menteri Perdagangan Budi Santoso, bersama Direktur Tipidter Bareskrim Polri Brigjen Nunung Syaifuddin menyegel SPBU nakal di kawasan Bogor. (Foto: Pertamina) Perbesar

Menteri Perdagangan Budi Santoso, bersama Direktur Tipidter Bareskrim Polri Brigjen Nunung Syaifuddin menyegel SPBU nakal di kawasan Bogor. (Foto: Pertamina)

SUARARAKYATINDO.COM – Bogor, Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) bersama Bareskrim Polri berhasil mengungkap modus kecurangan baru dalam pengisian bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Kecurangan ini dilakukan dengan menggunakan aplikasi berbasis remote yang dapat dikontrol dari jarak jauh melalui ponsel.

Kasus ini terungkap di SPBU yang berlokasi di Jalan Alternatif Sentul, Desa Jujung, Kecamatan Soekaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, (19/3).

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebutkan bahwa temuan ini berawal dari aduan masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti oleh Polri dan didalami bersama Kemendag serta pemerintah daerah.

“Pengurangan takaran ini dikendalikan melalui sistem remote yang dapat dioperasikan menggunakan telepon seluler. Aplikasi di handphone tersebut memungkinkan pelaku menentukan kapan takaran BBM dikurangi atau dikembalikan seperti semula,” ujar Budi.

Hasil penyelidikan menemukan bahwa pengusaha SPBU memasang perangkat elektronik tersembunyi untuk mengurangi volume BBM yang keluar dari dispenser.

Modus ini menggunakan kabel data tambahan yang dipasang di dalam blok kabel arus atau junction port di bawah dispenser, lalu dihubungkan ke panel listrik.

Akibat kecurangan ini, volume BBM jenis Pertalite dan Pertamax yang keluar dari dispenser berkurang sekitar 605 hingga 840 mililiter per 20 liter yang dibeli konsumen.

“Perhitungan sementara menunjukkan kerugian masyarakat mencapai Rp3,4 miliar dalam setahun,” pungkasnya.

Saat ini, SPBU yang bersangkutan telah dihentikan operasionalnya, sementara Polri masih mendalami kasus ini untuk mengungkap pelaku serta jaringan di balik praktik curang tersebut.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polda Metro Jaya Kantongi Inisial Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Diduga Lebih dari Empat Orang

18 Maret 2026 - 20:24 WIB

Usai Difitnah, Sekjen Organisasi Mahasiswa Laporkan Pelaku ke Polres Metro Jakarta Selatan

29 Januari 2026 - 22:52 WIB

Ormas Lakukan Tindakan Premanisme, ALMA Desak Polisi Usut Pengusiran Nenek di Surabaya

24 Desember 2025 - 23:36 WIB

Temui Puan Maharani, Aspirasi Kiai Kampung Dijanjikan Masuk Agenda Transformasi DPR

5 September 2025 - 17:13 WIB

Gelombang Protes Kasus Affan Kurniawan Meluas, Ribuan Massa Bakar Fasilitas di Polda DIY

29 Agustus 2025 - 22:56 WIB

Trending di News
error: