SUARARAKYATINDO.COM – Probolinggo, Kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) yang dilakukan Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Probolinggo di lokasi tambang Desa Brabe, Kecamatan Maron, Rabu (4/6/2025), membuka ruang dialog antara warga dan pengelola tambang.
Meski sempat memanas, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Probolinggo, Mochammad Alfatih, berupaya menjadi jembatan komunikasi agar konflik horizontal tak berlarut-larut.
Ketegangan terjadi ketika Ahmad, salah satu warga, meluapkan kekesalannya terhadap dampak aktivitas kendaraan tambang yang lalu-lalang di depan rumah warga.
Ia mengeluhkan dampak lingkungan seperti debu, tanah yang berceceran di jalan, dan kebisingan yang mengganggu kenyamanan warga.
“Kami hanya minta aktivitas tambang ini tidak merugikan warga. Kami tinggal di sini setiap hari, sementara dampaknya sangat kami rasakan,” ujar Ahmad.
Menanggapi keluhan warga, perwakilan pengelola tambang, Abdullah, menyatakan pihaknya terbuka terhadap masukan dan akan mengevaluasi operasional tambang.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya telah berkontribusi terhadap desa dan melibatkan warga lokal sebagai tenaga kerja.
“Kami ingin tetap bekerja sama dengan warga. Kalau ada yang kurang, ayo dibicarakan. Kami pun sudah menyumbang untuk perbaikan jalan desa,” ungkap Abdullah.
Komisi III DPRD yang hadir bersama sejumlah instansi terkait, seperti Dinas Perhubungan dan Dinas PUPR, menekankan pentingnya keseimbangan antara aktivitas ekonomi dan keberlanjutan lingkungan serta sosial.
“Kami hadir di sini bukan hanya untuk meninjau, tetapi juga mendengar. Suara warga harus diperhatikan, begitu pula kelangsungan usaha tambang. Harus dicari titik temu agar keduanya bisa berjalan beriringan,” tegas Alfatih, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Probolinggo.
Sementara itu, Dishub melalui perwakilannya, Kartono, menyoroti aspek teknis terkait beban kendaraan tambang.
“Saya meminta agar truk bermuatan berat dialihkan ke jalur alternatif yang tidak melewati jalan kabupaten guna mencegah kerusakan infrastruktur,” imbuh Kartono.
Meski sempat diwarnai perdebatan, kegiatan monev berlangsung hingga selesai. Diharapkan, hasil dari kunjungan ini dapat menjadi dasar bagi pengambilan kebijakan yang adil, transparan, dan berpihak pada kepentingan bersama.













