Daerah  

Zia Ulhaq: Tidak Ada Urgensi Dalam Pembelian Mobil SUV. Seharusnya Mereka Lebih Melihat Kondisi Masyarakat

Zia Ulhaq: Tidak Ada Urgensi Dalam Pembelian Mobil SUV. Seharusnya Mereka Lebih Melihat Kondisi Masyarakat
Zia Ulhaq saat orasi didepan para massa aksi. (Foto; SRI)

SUARARAKYATINDO.COM, Probolinggo – Beredar sebuah video iring-iringan mobil dinas baru yang dibeli oleh Pemkab Probolinggo, baru keluar dari salah satu dealer lengkap dengan plat berwarna merah. Jum’at (4/10/2022).

Dalam video tersebut, perekam mengatakan bahwa mobil SUV mewah tersebut milik Pemerintah Kabupaten Probolinggo. “Bismillahirrahmanirrahim, kiriman (mobil) Pemkab Probolinggo, mudah-mudahan barokah lur,” kata perekam video.

Hal itu membuat Ketua Umum Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Probolinggo, Zia Ulhaq, menyesalkan pembelian mobil tersebut.

Menurutnya, tidak ada urgensi dalam pembelian mobil SUV tersebut. Seharusnya kata dia, mereka lebih melihat kondisi masyarakat Probolinggo. “Tapi pemkab malah memikirkan kepentingan pribadi bukan rakyatnya,” ucap Zia.

Tambah pria kelahiran Bondowoso ini, Kabupaten Probolinggo masuk 5 besar kemiskinan di Jawa Timur. Sialnya, Pemkab malah memborong mobil dinas.

Terbukti dari data yang ditulis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur menyebutkan, jika persentase kemiskinan pada tahun 2021 Kabupaten Probolinggo berda pada urutan keempat dengan presentase kemiskinan 18,91%.

Ketua Umum PC PMII Probolinggo ini berdedah, dengan kondisi kemiskinan di kabupaten Probolinggo. Pemkab malah membelanjakan APBD untuk hal-hal yang kurang penting.

Menukil data dari sirup.lkpp.go.id Kabupaten Probolinggo, mengenai total biaya 10 Besar belanja pengadaan dan pemeliharaan Kendaraan Roda 4 itu sekitar 17 M yang diambilka dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Baerah (APBD).

Hal ini kata Zia Ulhaq, jika dilihat dari angka kemiskinan yang tinggi dengan belanja pengadaan dan pemeliharaan Kendaraan Roda 4 oleh Kabupaten menjadi wajah buruk pemerintahan Kabupaten Probolinggo. “Itu menjadi hal yang buruk bagi Pemkab,” tegas Zia.(*)

Tinggalkan Balasan