SUARARAKYATINDO.COM, Yogyakarta – Pemerintah Kota Yogyakarta berupaya meningkatkan kapasitas pengolahan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) Nitikan. Upaya ini dilakukan dengan menambah peralatan pengelola sampah, seperti mesin conveyor, gibrik, mesin pencacah, dan pengolah sampah plastik.
Penambahan peralatan ini dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan tahun 2023 dan saat ini masih dalam proses pengadaan. Tempat pengolahan sampah Nitikan itu sebelumnya memiliki kapasitas pengelolaan sampah sekitar 10 ton per hari, dan dengan penambahan alat tersebut, diharapkan kapasitas pengelolaan sampah akan meningkat.
Pejabat (Pj) Walikota Yogyakarta, Singgih Raharjo, menyatakan bahwa peningkatan kapasitas TPS3R Nitikan ini bertujuan untuk mengatasi masalah persampahan di Kota Jogja. Ia berharap TPS3R Nitikan tidak hanya mengelola sampah dari sekitarnya tetapi juga mampu mengelola sampah secara lebih luas, mengurangi ketergantungan terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan.
“Nanti harapannya TPS3R Nitikan tidak hanya mengelola sampah dari lingkungan sekitarnya saja, tapi lebih luas lagi bisa diolah disana untuk mengurangi ketergantungan pengelolaan sampah ke TPA Piyungan, jelas Pejabat (Pj) Walikota Yogya, Singgih Raharjo pada Rabu (8/11/2023).
Lebih lanjut, Singgih menjelaskan penambahan alat dilakukan sesuai dengan kebutuhan pengelolaan sampah di TPS3R Nitikan. Setelah alat-alat tersebut tersedia, kapasitas pengolahan sampah akan ditingkatkan, dan peningkatannya akan dihitung bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup.
“Nanti dengan alat ini pasti kapasitas pengelolaannya meningkat, seberapa meningkatnya nanti dikalkulasi bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup,” ungkapnya.
TPS3R Nitikan juga akan dijadikan sebagai model percontohan dalam pengelolaan sampah di Kota Yogya. Selain berfungsi sebagai tempat pengolahan sampah, fasilitas ini juga disediakan sebagai sarana pendidikan masyarakat tentang pengelolaan sampah.
“Selain fungsinya pengelolaan sampah, TPS3R Nitikan ini juga dijadikan tempat edukasi pengelolaan sampah, fasilitasnya sudah ada, bahkan sudah banyak yang menjajal edukasi pengelolaan sampah di sana,” kata Singgih.













