Menu

Mode Gelap
Tips for an Easy-Care Home Garden Dua Pemuda Tidak Bisa Tertolong dalam Kecelakaan Vario dan Pick Up di Jalan Condong Probolinggo Dua Nyawa Melayang di Jalan Condong, Garda Bangsa Soroti Dugaan Sopir Pick Up Lepas Tanggung Jawab Exploring the 2026 Gambling Market Groundbreaking Hotel Azana Style Kraksaan Dimulai, Jadi Harapan Baru Investasi dan Pariwisata Probolinggo Pipa Utama Pecah, Distribusi Air Perumdam Bayuangga di Kota Probolinggo Lumpuh

Nasional

Perkuat Daya Saing Kawasan Industri, Wamenperin Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

badge-check


					Wamenperin Faisol Riza. Perbesar

Wamenperin Faisol Riza.

SUARARAKYATINDO.COM – Jakarta, Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza menegaskan bahwa penguatan daya saing kawasan industri domestik menjadi kunci akselerasi pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen.

Ia menekankan bahwa sektor industri pengolahan nonmigas (manufaktur) tetap menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

“Tahun 2024, manufaktur masih menjadi penyumbang terbesar PDB nasional, yaitu 17,16 persen dengan pertumbuhan 4,75 persen. Kontribusinya juga sangat signifikan dalam penerimaan pajak, mencapai 25,84 persen,” ujar Faisol Riza, dikutip pada Kamis (20/3).

Menurutnya, meningkatkan daya saing kawasan industri dapat memperkuat peran manufaktur dalam rasio PDB nasional, yang pada akhirnya mendorong Indonesia keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle income trap).

Saat ini, terdapat 168 kawasan industri yang beroperasi di Indonesia.

Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen meningkatkan daya saing dan investasi guna mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029.

Senada dengan itu, Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin, Tri Supondy, menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan kebijakan strategis untuk memperkuat daya saing kawasan industri, sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.

“Selama lima tahun ke depan, kawasan industri akan menjadi pusat pertumbuhan baru yang terintegrasi dengan industri prioritas berbasis hilirisasi dan teknologi tinggi,” jelasnya.

Dengan strategi ini, pemerintah menargetkan peningkatan nilai PDB industri pengolahan nonmigas hingga 8,59 persen pada 2029, menjadikan kawasan industri sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Advokat Moh. Ali Murtadho Sebut Hellyana Tidak Memiliki Niat Jahat dalam Kasus Ijazah

8 Mei 2026 - 17:47 WIB

Kuasa Hukum Penggugat Kepengurusan DPW PPP Jabar: SK DPP Penuh Kejanggalan

7 Mei 2026 - 12:09 WIB

Koridor Hijau Desa Mulai Dibangun di Grobogan, IPDA Jadi Inisiator Utama

22 April 2026 - 17:38 WIB

Polda Metro Jaya Kantongi Inisial Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Diduga Lebih dari Empat Orang

18 Maret 2026 - 20:24 WIB

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI

14 Maret 2026 - 13:00 WIB

Trending di Nasional
error: