SUARARAKYATINDO.COM, Bogor – Jumlah siswa di Kota Bogor, Jawa Barat, yang mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus bertambah.
Data terbaru dari Dinas Kesehatan Kota Bogor menunjukkan total 171 siswa terdampak, meningkat tajam dari laporan sebelumnya sebanyak 36 siswa.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno, mengungkapkan ada penambahan 135 kasus baru, sehingga total korban kini mencapai 171 orang.
“Korban baru yang terdata hari ini sebanyak 135 orang, sehingga total korban menjadi 171 orang,” ujar Retno, dikutip dari Kompas, Kamis (9/5/2025).
Dari total korban, sebanyak 22 siswa harus menjalani perawatan inap, 29 siswa menjalani rawat jalan, sementara 120 lainnya mengalami keluhan ringan.
Retno menambahkan, Dinkes Kota Bogor telah berkoordinasi dengan pihak sekolah dan rumah sakit untuk mengantisipasi kemungkinan penambahan kasus.
Penyelidikan epidemiologi (PE) juga telah dilakukan di 13 sekolah yang terdampak, bekerja sama dengan puskesmas setempat.
Sejumlah sampel telah diambil untuk uji laboratorium, termasuk muntahan pasien yang dirawat inap, sampel air minum isi ulang, usap tray makanan, usap wadah makanan, serta usap dubur penjamah makanan, guna memastikan penyebab pasti keracunan.
Sementara itu, Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, meminta Dinas Kesehatan untuk segera melakukan pengujian menyeluruh, termasuk bahan baku makanan serta tempat penyimpanan yang digunakan para siswa.
“Saya menugaskan Kadinkes untuk melihat sampel dari bahan bakunya, sisa makanan, muntahan, dan memperhatikan kebersihan wadah makanan,” ujar Dedie, Rabu (7/5).
Dedie menegaskan bahwa insiden ini sudah termasuk dalam kategori kejadian luar biasa (KLB), yang membutuhkan perhatian serius dan tindakan cepat untuk mencegah kasus serupa terulang.













