Menu

Mode Gelap
Empat Perda Disahkan, Lora Fahmi Tegaskan Komitmen Lindungi Warga Probolinggo Saat Rakyat Mengambil Alih Tugas Negara di Kabupaten Probolinggo Pemkot Probolinggo Gelar GPM di KOPI SIAGA, Tekan Lonjakan Harga Bahan Pokok Investing in Gold Coin IRAs: A Safe Path To Wealth Preservation Mostbet uz: download apk and skachat yuklab Android/IOS setup for Uzbekistan, kirish login com, reviews, owner’s photo, casino bet, uzb Android online Best Gold IRA Companies of 2020

Daerah

Korban Keracunan Makanan Gratis di Bogor, Siswa Alami Gejala Beragam

badge-check


					Ilustrasi makanan bergizi gratis untuk siswa dan siswi. Perbesar

Ilustrasi makanan bergizi gratis untuk siswa dan siswi.

SUARARAKYATINDO.COM, Bogor – Jumlah siswa di Kota Bogor, Jawa Barat, yang mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus bertambah.

Data terbaru dari Dinas Kesehatan Kota Bogor menunjukkan total 171 siswa terdampak, meningkat tajam dari laporan sebelumnya sebanyak 36 siswa.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno, mengungkapkan ada penambahan 135 kasus baru, sehingga total korban kini mencapai 171 orang.

“Korban baru yang terdata hari ini sebanyak 135 orang, sehingga total korban menjadi 171 orang,” ujar Retno, dikutip dari Kompas, Kamis (9/5/2025).

Dari total korban, sebanyak 22 siswa harus menjalani perawatan inap, 29 siswa menjalani rawat jalan, sementara 120 lainnya mengalami keluhan ringan.

Retno menambahkan, Dinkes Kota Bogor telah berkoordinasi dengan pihak sekolah dan rumah sakit untuk mengantisipasi kemungkinan penambahan kasus.

Penyelidikan epidemiologi (PE) juga telah dilakukan di 13 sekolah yang terdampak, bekerja sama dengan puskesmas setempat.

Sejumlah sampel telah diambil untuk uji laboratorium, termasuk muntahan pasien yang dirawat inap, sampel air minum isi ulang, usap tray makanan, usap wadah makanan, serta usap dubur penjamah makanan, guna memastikan penyebab pasti keracunan.

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, meminta Dinas Kesehatan untuk segera melakukan pengujian menyeluruh, termasuk bahan baku makanan serta tempat penyimpanan yang digunakan para siswa.

“Saya menugaskan Kadinkes untuk melihat sampel dari bahan bakunya, sisa makanan, muntahan, dan memperhatikan kebersihan wadah makanan,” ujar Dedie, Rabu (7/5).

Dedie menegaskan bahwa insiden ini sudah termasuk dalam kategori kejadian luar biasa (KLB), yang membutuhkan perhatian serius dan tindakan cepat untuk mencegah kasus serupa terulang.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Wali Kota Absen, Rapat Paripurna LKPJ DPRD Kota Probolinggo Dijadwal Ulang

20 April 2026 - 18:35 WIB

Pemerintah Kota Probolinggo Wajibkan OPD Gunakan Air Mineral Lokal, DPRD Soroti Potensi Keberpihakan

Genggong Go Green ke-7, Gerakan Moral Bersepeda untuk Efisiensi Energi

19 April 2026 - 17:10 WIB

Genggong Go Green ke-7, Gerakan Moral Bersepeda untuk Efisiensi Energi

Ketua PC GP Ansor Kraksaan Siap Tempuh Jalur Hukum Usai Aksi di Rumah Pribadi

19 April 2026 - 13:28 WIB

Ketua PC GP Ansor Kraksaan Siap Tempuh Jalur Hukum Usai Aksi di Rumah Pribadi

Abd Wahid Resmi Jadi Sekretaris PC GP Ansor Kraksaan, Tegaskan Dipilih Lewat Pleno Sah

19 April 2026 - 10:53 WIB

Abd Wahid Resmi Jadi Sekretaris PC GP Ansor Kraksaan, Tegaskan Dipilih Lewat Pleno Sah

Komandan Banser Kraksaan Bantah Keterlibatan Organisasi dalam Aksi di Kediaman Ketua GP Ansor

19 April 2026 - 10:48 WIB

Komandan Banser Kraksaan Bantah Keterlibatan Organisasi dalam Aksi di Kediaman Ketua GP Ansor
Trending di Daerah
error: