Menu

Mode Gelap
May Day di Kabupaten Probolinggo Penuh Kebersamaan, Buruh Sampaikan Delapan Tuntutan Skandal ASN–PPPK di Probolinggo Meledak, Digerebek Suami di Mal hingga Berujung Adu Fisik Harga Daging Ayam di Probolinggo Melonjak, Warga Kurangi Pembelian Khofifah Siap Temui Buruh di May Day 2026, Tekankan Kolaborasi dan Kesejahteraan Pekerja Mostbet uz: download apk and skachat yuklab Android/IOS app for users from Uzbekistan, kirish login com, reviews, owner’s photo, casino bet, uzb Android online Credit Score Donkey’s Best Gold IRA Companies: A Comprehensive Assessment

Ekonomi

Krisis Air Bersih di Tegalsiwalan Probolinggo Makin Parah, Komisi II DPRD Soroti Kinerja PUPR dan PDAM

badge-check


					Mu’ad, Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Komisi II dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)/Suararakyatindo. Perbesar

Mu’ad, Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Komisi II dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)/Suararakyatindo.

Probolinggo – Warga Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, kembali menghadapi krisis air bersih yang semakin memperparah kondisi kehidupan sehari-hari. Ironisnya, wilayah ini berada tak jauh dari aliran Sungai Ronggojalu yang dikenal memiliki potensi sumber air melimpah. Namun, potensi tersebut dinilai belum dikelola secara optimal oleh pemerintah daerah.

Sorotan tajam datang dari Komisi II DPRD Kabupaten Probolinggo. Melalui anggotanya, Mu’ad dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), DPRD Kabupaten Probolinggo, menilai lemahnya pengelolaan sumber daya air oleh dinas teknis menjadi penyebab utama krisis berkepanjangan ini.

“Ini bukan masalah baru. Sudah bertahun-tahun warga Tegalsiwalan menghadapi krisis air, tapi dinas terkait belum menunjukkan langkah nyata yang efektif,” tegas Mu’ad dalam keterangannya, Senin (27/5/2025).

Mu’ad menyebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) belum mampu memanfaatkan potensi Sungai Ronggojalu secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Ia menambahkan, semestinya sudah ada kajian teknis dan solusi konkret untuk mengatasi persoalan distribusi air.

Salah satu persoalan krusial menurut Mu’ad adalah sistem distribusi air yang tidak merata serta minimnya infrastruktur pendukung. Akibatnya, banyak warga harus membeli air bersih dengan harga mahal atau mengandalkan sumur yang kini mulai mengering akibat musim kemarau.

“Kita tidak kekurangan sumber daya alam, tapi pengelolaannya yang belum maksimal. Masyarakat jangan terus menjadi korban dari buruknya tata kelola,” tegasnya.

Komisi II DPRD Kabupaten Probolinggo mendesak agar Dinas PUPR, PDAM, serta instansi terkait lainnya segera melakukan koordinasi dan aksi nyata di lapangan. Menurut Mu’ad, penataan ulang sistem distribusi air bersih menjadi langkah prioritas yang harus segera direalisasikan.

Warga Tegalsiwalan berharap pemerintah daerah dapat segera turun tangan secara serius. Krisis air bersih yang berlangsung bertahun-tahun ini dinilai mencerminkan lemahnya respon dan kurangnya komitmen dalam memberikan layanan dasar bagi masyarakat.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dapur MBG di Matekan Gerakkan Ekonomi Desa, Warga Dapat Peluang Kerja Baru

20 April 2026 - 18:28 WIB

Dapur MBG di Matekan Gerakkan Ekonomi Desa, Warga Dapat Peluang Kerja Baru

Polda Metro Jaya Kantongi Inisial Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Diduga Lebih dari Empat Orang

18 Maret 2026 - 20:24 WIB

Usai Difitnah, Sekjen Organisasi Mahasiswa Laporkan Pelaku ke Polres Metro Jakarta Selatan

29 Januari 2026 - 22:52 WIB

Ormas Lakukan Tindakan Premanisme, ALMA Desak Polisi Usut Pengusiran Nenek di Surabaya

24 Desember 2025 - 23:36 WIB

Temui Puan Maharani, Aspirasi Kiai Kampung Dijanjikan Masuk Agenda Transformasi DPR

5 September 2025 - 17:13 WIB

Trending di News
error: