SUARARAKYATINDO.COM – Probolinggo, Dugaan Kasus penipuan selebgram asal Probolinggo, Luluk Sofiatul Jannah alias Luluk Nuril, terus menuai perhatian.
Tak hanya karena melibatkan kerugian hingga miliaran rupiah, tetapi juga karena banyaknya komentar netizen yang membanjiri media sosial dan mendesak adanya penanganan hukum.
Kasus ini mencuat setelah publik figur nasional, Delia Yasmine, mengaku menjadi korban. Ia menyebut kehilangan uang sebesar Rp130 juta setelah terlibat arisan dan kerja sama bisnis yang dijanjikan oleh Luluk Nuril.
Sejak berita ini beredar, ratusan netizen ramai membanjiri kolom komentar di berbagai platform. Reaksi mereka beragam mulai dari sindiran, keprihatinan, hingga curiga dengan citra “hidup mewah” sang selebgram.
“Bener ya ternyata sawang sinawang urip e uwong iku. Seng enak delokan belum tentu enak temenan,” tulis akun @anisa_sofiyani26, menyentil kehidupan sosial media yang penuh pencitraan.
“Milyaran rek, ngeri,” timpal akun @afriskarin.
“Masa Allah dulu… kalau lihat hidupnya rasanya enak banget, gak tahunya 😢,” tulis pengguna @windayani.windayani.7906, menyesalkan bagaimana tampilan di media sosial bisa begitu menipu.
Beberapa warganet bahkan mengaitkan dugaan ini dengan masa lalu Luluk yang sempat viral. “Ini yang dulu viral itu bukan sii? Yang suaminya polisi?” tanya akun @nashyaashya.
Tak sedikit pula yang sejak awal sudah curiga dengan skema arisan. “Dari dulu gak pernah percaya arisan-arisan 😂,” ungkap akun @elandzn.
Dugaan penipuan ini juga disebut merugikan warga Probolinggo dan sekitarnya. Akun @bundanya_safa menyebut, “Kenak imbase warga Paiton Probolinggo 😢.”
Sementara akun @dianliee_ menyindir gaya hidup Luluk yang kerap tampil glamor: “Duhh gaya elit ternyata oh ternyata. Gass kakk dell 🔥🔥🔥.”
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada laporan resmi ke pihak berwajib. Namun gelombang komentar netizen menunjukkan adanya tekanan sosial yang besar terhadap selebgram Luluk Nuril agar memberikan klarifikasi dan pertanggungjawaban.
Pakar menyebut fenomena ini sebagai influencer trust trap jebakan kepercayaan berlebih pada tokoh media sosial hanya karena tampak dekat dan meyakinkan.
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menerima tawaran investasi, terutama yang datang dari figur publik dengan pencitraan mewah di media sosial.













