SUARARAKYATINDO.COM, Probolinggo- Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi perhatian serius di Kota Probolinggo. Hingga awal Maret 2026, puluhan warga dilaporkan terserang penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Probolinggo, dr. Intan Sudarmadi, menyampaikan bahwa sampai Kamis, 5 Maret 2026, jumlah warga yang terjangkit DBD telah mencapai 36 orang.
Menurutnya, kasus DBD di Kota Probolinggo dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan pola yang naik turun. Pada tahun 2024, tercatat 460 kasus DBD dengan enam kematian. Angka tersebut kemudian menurun pada 2025 menjadi 326 kasus dengan empat kematian.
Ia juga mengungkapkan bahwa pada 2025 wilayah dengan kasus tertinggi berada di Kecamatan Kanigaran, dengan total 103 kasus dan dua di antaranya berujung kematian.
Selain jumlah kasus, indikator lain yang menjadi perhatian adalah angka bebas jentik. Pada tahun 2025, capaian angka bebas jentik di Kota Probolinggo rata-rata berada di angka 78,8 persen.
Capaian tersebut masih berada di bawah target minimal yang ditetapkan, yakni 90 persen. Kondisi ini dinilai masih membuka peluang terjadinya penularan DBD di masyarakat.
“Karena masih di bawah target, potensi penularan DBD masih ada. Terbukti pada tahun 2026 hingga awal Maret sudah tercatat puluhan kasus,” jelas dr. Intan.













