Menu

Mode Gelap
DPRD Probolinggo Tinjau Layanan Samsat, Temukan Kendala Prosedur bagi Warga Jemaah Haji Asal Probolinggo Korban Kecelakaan di Madinah Dipastikan Pulih Exploring the Advantages and Advances of Physical Gold and Silver IRAs In 2023 Mostbet uz: download apk and skachat yuklab Android/IOS download for Uzbekistan, kirish login com, reviews, owner’s photo, casino bet, uzb Android online Probolinggo Dipantau 480 CCTV, Warga Makin Aman atau Justru Terawasi? Dugaan Pelanggaran Etik ASN dan PPPK di Dinkes Probolinggo Disorot Publik

Daerah

Tunjangan Guru Ngaji Dipangkas 50 Persen? Dugaan Pemotongan Meluas di Krucil

badge-check


					Tunjangan Guru Ngaji Dipangkas 50 Persen? Dugaan Pemotongan Meluas di Krucil Perbesar

Tunjangan Guru Ngaji Dipangkas 50 Persen? Dugaan Pemotongan Meluas di Krucil

SUARARAKYATINDO.COM, PROBOLINGGO – Pencairan tunjangan guru ngaji oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah menuai sorotan. Dugaan pemotongan hingga 50 persen tidak hanya terjadi di Desa Watupanjang, Kecamatan Krucil, tetapi juga disebut meluas ke sejumlah desa lain.

Seorang guru ngaji berinisial F, warga Desa Watupanjang, sebelumnya mengaku hanya menerima Rp200 ribu dari total tunjangan sebesar Rp400 ribu. Ia menduga ada pemotongan dalam proses penyaluran bantuan tersebut.

Temuan wartawan Suararakyatindo.com menunjukkan dugaan serupa juga terjadi di beberapa desa lain di Kecamatan Krucil.

Sejumlah guru ngaji di Desa Guyangan, Tambelang, dan Krobungan disebut mengalami hal yang sama, yakni menerima tunjangan tidak utuh seperti yang tercantum.

Para penerima mengaku kecewa dengan kondisi tersebut. Mereka menilai tunjangan itu seharusnya menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian mereka dalam membina pendidikan keagamaan di masyarakat.

“Kalau memang ada potongan, seharusnya dijelaskan secara terbuka. Jangan sampai kami sebagai penerima tidak tahu apa-apa,” ujar salah satu guru ngaji yang enggan disebutkan namanya.

Di sisi lain, Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Krucil membantah adanya pemotongan. Ia menegaskan bahwa penyaluran tunjangan guru ngaji telah dilakukan sesuai prosedur dan tidak ada kebijakan pemangkasan.
Perbedaan keterangan antara para penerima dan pihak MWCNU memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat.

“Tidak ada pemotongan untuk tunjangan guru ngaji, murni sampai kepada penerima sampai 100%.’ tuturnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari Pemerintah Kabupaten Probolinggo terkait dugaan pemotongan yang disebut terjadi di sejumlah desa tersebut.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Wali Kota Absen, Rapat Paripurna LKPJ DPRD Kota Probolinggo Dijadwal Ulang

20 April 2026 - 18:35 WIB

Pemerintah Kota Probolinggo Wajibkan OPD Gunakan Air Mineral Lokal, DPRD Soroti Potensi Keberpihakan

Genggong Go Green ke-7, Gerakan Moral Bersepeda untuk Efisiensi Energi

19 April 2026 - 17:10 WIB

Genggong Go Green ke-7, Gerakan Moral Bersepeda untuk Efisiensi Energi

Ketua PC GP Ansor Kraksaan Siap Tempuh Jalur Hukum Usai Aksi di Rumah Pribadi

19 April 2026 - 13:28 WIB

Ketua PC GP Ansor Kraksaan Siap Tempuh Jalur Hukum Usai Aksi di Rumah Pribadi

Abd Wahid Resmi Jadi Sekretaris PC GP Ansor Kraksaan, Tegaskan Dipilih Lewat Pleno Sah

19 April 2026 - 10:53 WIB

Abd Wahid Resmi Jadi Sekretaris PC GP Ansor Kraksaan, Tegaskan Dipilih Lewat Pleno Sah

Komandan Banser Kraksaan Bantah Keterlibatan Organisasi dalam Aksi di Kediaman Ketua GP Ansor

19 April 2026 - 10:48 WIB

Komandan Banser Kraksaan Bantah Keterlibatan Organisasi dalam Aksi di Kediaman Ketua GP Ansor
Trending di Daerah
error: