Menu

Mode Gelap
Credit Score Donkey’s Best Gold IRA Companies: A Comprehensive Assessment Empat Perda Disahkan, Lora Fahmi Tegaskan Komitmen Lindungi Warga Probolinggo Saat Rakyat Mengambil Alih Tugas Negara di Kabupaten Probolinggo Pemkot Probolinggo Gelar GPM di KOPI SIAGA, Tekan Lonjakan Harga Bahan Pokok Investing in Gold Coin IRAs: A Safe Path To Wealth Preservation Mostbet uz: download apk and skachat yuklab Android/IOS setup for Uzbekistan, kirish login com, reviews, owner’s photo, casino bet, uzb Android online

Daerah

Waduh! BBM Naik, Harga Cabai Juga Ikut Naik

badge-check


					Tumbuhan cabai yang hari ini harganya juga ikut naik. (Foto; Dinas Ketahanan pangan) Perbesar

Tumbuhan cabai yang hari ini harganya juga ikut naik. (Foto; Dinas Ketahanan pangan)

SUARARAKYATINDO.COM, Probolinggo- Bahan Bakar Minyak (BBM) Sudah naik beberapa hari yang lalu. Pasalnya, tak hanya harga BBM saja yang naik, akan tetapi Harga Cabai juga ikut naik.

Sebelumnya, hal itu disampaikan oleh Salah satu pedangan Cabai di Pasar Baru Kota Probolinggo yang bernama Sueb. Dirinya mengaku bahwa bukan Motor atau mobil saja yang bahan bakarnya naik akan tetapi harga Komoditi juga ikut naik.

Sueb merupakan salah satu pedagang di Pasar Baru Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan Kanigaran ini menjelaskan, bahwa kenaikan harga pada cabai ini semenjak sabtu malam kemarin saat pemerintah meresmikan kenaikan harga pada BBM.

“Dari harga sebelumnya hanya Rp 35 ribu untuk cabai kecil, kini harganya sudah mencapai Rp 55 ribu per kilogramnya, sedangkan cabai besar dari harga Rp 45 ribu per kilogram, kini menjadi Rp 65 ribu per kilogramnya,” terangnya pada Senin 06/09/2022.

Dirinya mengaku dalam dua hari semenjak kenaikan harga BBM, banyak pembeli yang merasa harga cabai sangat tinggi harganya. “Masak BBM naik, harga cabai juga ikutan naik,” ujar Sueb.

Akibat itu semua, akhirnya Sueb tidak menjual terlalu banyak. Sebab, harga Cabai sudah naik maka dari itu tetap optimis dalam menjalani usaha ini.

Sueb mengaku, meski omset menurun sejak harga cabai meroket, namun pembeli tetap masih ada meski daya belinya menurun. Oleh karenanya, Sueb tak menjual cabe dalam jumlah banyak.

“ya bagaimana lagi mas, daripada saya timbun di sini jika terlalu lama maka cabai cabai ini akan membusuk, dari biasanya dalam satu hari saya bias menjual lima kilogram cabai rawit, kini hanya dua hingga tiga kilogram saja yang laku,” tambahnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Wali Kota Absen, Rapat Paripurna LKPJ DPRD Kota Probolinggo Dijadwal Ulang

20 April 2026 - 18:35 WIB

Pemerintah Kota Probolinggo Wajibkan OPD Gunakan Air Mineral Lokal, DPRD Soroti Potensi Keberpihakan

Genggong Go Green ke-7, Gerakan Moral Bersepeda untuk Efisiensi Energi

19 April 2026 - 17:10 WIB

Genggong Go Green ke-7, Gerakan Moral Bersepeda untuk Efisiensi Energi

Ketua PC GP Ansor Kraksaan Siap Tempuh Jalur Hukum Usai Aksi di Rumah Pribadi

19 April 2026 - 13:28 WIB

Ketua PC GP Ansor Kraksaan Siap Tempuh Jalur Hukum Usai Aksi di Rumah Pribadi

Abd Wahid Resmi Jadi Sekretaris PC GP Ansor Kraksaan, Tegaskan Dipilih Lewat Pleno Sah

19 April 2026 - 10:53 WIB

Abd Wahid Resmi Jadi Sekretaris PC GP Ansor Kraksaan, Tegaskan Dipilih Lewat Pleno Sah

Komandan Banser Kraksaan Bantah Keterlibatan Organisasi dalam Aksi di Kediaman Ketua GP Ansor

19 April 2026 - 10:48 WIB

Komandan Banser Kraksaan Bantah Keterlibatan Organisasi dalam Aksi di Kediaman Ketua GP Ansor
Trending di Daerah
error: