Menu

Mode Gelap
DPRD Probolinggo Tinjau Layanan Samsat, Temukan Kendala Prosedur bagi Warga Jemaah Haji Asal Probolinggo Korban Kecelakaan di Madinah Dipastikan Pulih Exploring the Advantages and Advances of Physical Gold and Silver IRAs In 2023 Mostbet uz: download apk and skachat yuklab Android/IOS download for Uzbekistan, kirish login com, reviews, owner’s photo, casino bet, uzb Android online Probolinggo Dipantau 480 CCTV, Warga Makin Aman atau Justru Terawasi? Dugaan Pelanggaran Etik ASN dan PPPK di Dinkes Probolinggo Disorot Publik

Nasional

Fahri Hamzah: DPR Tidak Nampak Sebagai Wakil Rakyat, Tapi Jubir Istana

badge-check


					Politisi Partai Gelora Fahri Hamzah Perbesar

Politisi Partai Gelora Fahri Hamzah

SUARARAKYATINDO.COM – Bocornya informasi terkait akan diputuskan sistem pemilu oleh Mahkamah Konstitusi (MK) membuat kompak partai politik berencana melawan MK. Fakta ini dikritisi oleh Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah.

“Para wakil rakyat kita tidak nampak menjadi wakil rakyat dan juru bicara dari kepentingan publik malah sebaliknya mereka kompak untuk mendukung apa yang datang dari istana Dan mengabaikan kepentingan dasar dari demokrasi kita,” terangnya, dikutip dari akun twitter @Fahrihamzah, Rabu (31/5/2023).

Dijelaskan di satu sisi sebelumnya kita pesimis dengan berapa partai politik semakin kompak untuk menentang ide demokrasi. Lanjut Fahri Hamzah, apalagi jika sudah terkait dengan kesepakatan antara presiden dengan ketua umum partai politik.

“Tapi, tiba-tiba terkait sistem Pemilu proporsional tertutup versus proporsional terbuka yang sedang akan diputuskan oleh mahkamah Konsitusi, mereka begitu kompak dan antusias melawan apabila MK memutuskan sistem tertutup yang akan sangat berbahaya bagi masa depan demokrasi kita,” kata Waketum Partai Gelora itu.

Selain itu, Fahri Hamzah mengatakan, mungkin saja karena ini masih terkait dengan kepentingan mereka. Mengingat tidak semua anggota dewan berada di nomor satu atau perasaan, bahwa mereka sudah sangat populer dan cukup logistik untuk berperang.

Secara terbuka melawan semua kandidat partai-partai, terutama partai baru yang ingin melawan kekuatan-kekuatan lama yang sudah bertahan dan tidak menunjukkan karya yang signifikan.

Seandainya, lanjut Fahri, sikap ini dilakukan jauh sebelum Pemilu, tentu akan menarik debatnya untuk mengingatkan para wakil rakyat.

“Berlawanan mereka kepada Mahkamah Konsitusi ini seharusnya betul-betul bersumber dari kesadaran, bahwa prinsip kedaulatan rakyat itu terletak pada wakil rakyat yang dipilih langsung oleh rakyat melalui pencalonan partai politik,” tegasnya.

“Wakil rakyat harus berkaca dan mengajak diri, bahwa selama ini mereka terlalu melayani kehendak partai politik dan pengurusnya daripada mau melayani kepentingan rakyat yang memilihnya,” ungkap Politisi asal Sumbawa itu.

Memang waktu sudah tak cukup lagi untuk mempersoalkan hal-hal yang substansial itu.

“Semoga sistem Pemilu ke depan tetap terbuka, agar rakyat bisa mendorong untuk menggunakan hak pilih nya dalam menentukan wakil mereka langsung dan tidak disabotase oleh kepentingan partai politik,” harapnya.

“Pemilu kali ini adalah Pemilu paling krusial, karena akan menentukan apakah ke depan Sentralisasi dan Oligarki Akan semakin mengental atau memudar,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

27 April 2026 - 12:48 WIB

invitation-boxes-with-logo-2 (1)

Koridor Hijau Desa Mulai Dibangun di Grobogan, IPDA Jadi Inisiator Utama

22 April 2026 - 17:38 WIB

Polda Metro Jaya Kantongi Inisial Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Diduga Lebih dari Empat Orang

18 Maret 2026 - 20:24 WIB

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI

14 Maret 2026 - 13:00 WIB

Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas Ditahan KPK dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji 2023–2024

13 Maret 2026 - 13:56 WIB

Trending di Nasional
error: