Menu

Mode Gelap
Saat Rakyat Mengambil Alih Tugas Negara di Kabupaten Probolinggo Pemkot Probolinggo Gelar GPM di KOPI SIAGA, Tekan Lonjakan Harga Bahan Pokok Investing in Gold Coin IRAs: A Safe Path To Wealth Preservation Mostbet uz: download apk and skachat yuklab Android/IOS setup for Uzbekistan, kirish login com, reviews, owner’s photo, casino bet, uzb Android online Best Gold IRA Companies of 2020 Understanding 401k Rollover Gold: A Secure Investment For Retirement

News

Bareskrim Polri Turun Tangan Usut Kasus Anak Korban Penyiksaan di Kebayoran Lama

badge-check


					Dirtipit PPA_PPO Brigjen Pol. Nurul Azizah. (Foto: Antara) Perbesar

Dirtipit PPA_PPO Brigjen Pol. Nurul Azizah. (Foto: Antara)

SUARARAKYATINDO.COM – Jakarta, Direktorat Tindak Pidana Perempuan dan Anak serta Perdagangan Orang (PPA-PPO) Bareskrim Polri resmi menangani kasus dugaan penyiksaan terhadap seorang anak yang ditemukan di kawasan Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Direktur Tindak Pidana PPA-PPO Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Nurul Azizah, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan keselamatan dan pemulihan korban.

“Polri saat ini tengah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan anak tersebut mendapatkan perlindungan, pemulihan, dan pendampingan secara maksimal,” ujar Nurul, Kamis (12/6/2025).

Anak korban berinisial MK (7) pertama kali diamankan oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) pada Rabu pagi sekitar pukul 07.20 WIB. Saat ditemukan, MK dalam kondisi lemah dan mengalami sejumlah luka serius.

Menurut Kepala Satpol PP Kebayoran Lama, Eko, MK mengaku pernah dibakar dan dibacok oleh ayah kandungnya, YA, yang saat itu diduga dalam kondisi emosi.

“Dia dibakar di sawah, lalu diobati, tapi tetap disiksa lagi,” ujar Eko.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan luka bacok sepanjang 5–6 sentimeter, memar di bagian mata, serta cedera akibat tulang yang keluar karena dipelintir. MK juga mengalami dehidrasi parah dan kini menjalani perawatan di RSUD Kebayoran Lama.

Lebih miris, MK mengungkap hanya diberi makan satu sendok nasi per hari. Ibu kandungnya telah meninggal dunia, sementara ia tinggal bersama sang ayah yang diduga menjadi pelaku kekerasan.

Pihak berwenang kini tengah mendalami kasus tersebut. Bareskrim Polri memastikan proses hukum akan berjalan sembari memastikan korban mendapat pendampingan yang layak.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polda Metro Jaya Kantongi Inisial Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Diduga Lebih dari Empat Orang

18 Maret 2026 - 20:24 WIB

Usai Difitnah, Sekjen Organisasi Mahasiswa Laporkan Pelaku ke Polres Metro Jakarta Selatan

29 Januari 2026 - 22:52 WIB

Ormas Lakukan Tindakan Premanisme, ALMA Desak Polisi Usut Pengusiran Nenek di Surabaya

24 Desember 2025 - 23:36 WIB

Temui Puan Maharani, Aspirasi Kiai Kampung Dijanjikan Masuk Agenda Transformasi DPR

5 September 2025 - 17:13 WIB

Gelombang Protes Kasus Affan Kurniawan Meluas, Ribuan Massa Bakar Fasilitas di Polda DIY

29 Agustus 2025 - 22:56 WIB

Trending di News
error: