Oleh: Jhon Qudsi
Rektor UNIKA Universitas Kehidupan
Tentu saja perasaan senang dan bahagia dengan adanya prosesi pengukuhan sebagai bukti, kau telah di kukuhkan secara simbolik pada perhelatan acara yudisium, hal ini menjadikan sebagai modal untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara luas membangun relasi sosial dan membuka cakrawala pengetahuan yang lebih
Yang paling membuat saya terkejut dan berbunga-berbunga melihat dan mendengar siaran live di YouTube prosesi acara yudisium di kampus mu, saat MC mengumumkan para juara cerita bahasa inggris, ternyata kau mendapatkan juara satu, penyerahan sertifikat dan piala yang di serahkan langsung oleh rektor, nampak dari senyuman di bibir terpancar, betapa di hari ini cukup spesial dan berarti, walaupun di wakilkan oleh Paman, ah menurut ku, yang penting adalah juaranya
Kalau saya boleh mengadaikan, Bapak dan Mama datang menemani engkau, bagaimana perasaan harunya, Bapak dan Mama mendengar kabar pencapaian prestasi mu, saya yakin beliau berdua tak henti-hentinya berdoa dan mendukung kesuksesan karir mu sebagai mahasiswi, dan kau telah membuktikannya, benar-benar menjalankan amanat secara baik dan bijaksana, tidak ada kata sebagai ibarat, melainkan ucapan Alhamdulillah,
Saya merasakan keceriaan yang kau alami saat ini, dengan cara sederhana pada momentum ini, saya menyempatkan diri menulis tentang kiprah perjuangan mu sebagai mahasiswi Prodi Tadris Bahasa Inggris, karena hal ini menurut saya patut di apresiasi, terlebih saat kau mengikuti ajang perlombaan internasional dan berhasil menjuarainya
Ada sedikit cerita dramatis, ketika perlombaan sedang berlangsung, tiba-tiba dari teman-teman kelompok mu yang kau pimpin sepertinya tidak bisa mengikuti lomba, di saat itulah kau benar-benar gelisah dan sedih, karena pada saat itu perlombaan akan segera di mulai, situasi itu menggoncang batin mu, antara keraguan dan keyakinan mu mulai bergejolak
Tanpa di duga, ternyata teman-teman bisa mengikuti, walaupun waktunya terbilang mepet, saya tau kejadian itu bukanlah suatu kejutan, melainkan kau sedang di uji tentang solidaritas dan komitmen, dan kau berhasil melewati dengan penuh kesabaran dan rasa tabah, sebagai hasilnya ternyata juara
Saya melihat ketulusan hati mu dalam memperjuangkan kampus tentang reputasi dan prestasi, “tetap semangat dan rendah hati” itulah pesan dari Bapak mu, harapan saya adalah, jangan merasa puas dengan prestasi yang kau raih, karena masih banyak peluang perlombaan yang harus kau ikuti
Pada acara yudisium, nampaknya kau akan menampilkan pertunjukan seni drama yang berjudul Paman Hamzah sebagai peran antagonis, sempat kau berkata kepada Aa; “kayak aku sering dapat peran tersebut, dan hal lebih natural, dan hal itu mengkhawatirkan,” lalu saya sanggah; “itu cuma peran bukan sebagai realitas di kehidupan nyata, apalagi itu hanya sekedar panggung hiburan. Oke!”
semoga apa yang kau perbuat, menjadi jejak sejarah, yang telah kau torehkan sebagai suatu ketauladanan sehingga mempengaruhi kamu lebih semangat lagi, mengingat cita-cita mu sangat luhur untuk di capai dan di raih sebagai tugas dan tujuan yang mulia, bukan hanya untuk diri mu dan keluarga mu saja, tetapi prestasi mu ini akan menjadi bekal di masa yang akan datang













