SUARARAKYATINDO.COM – Probolinggo, Kasus dugaan investasi dan arisan bodong kembali mencuat di tengah masyarakat. Kali ini, seorang perempuan bernama Luluk Nuril menjadi sorotan usai sejumlah korban mengaku mengalami kerugian finansial hingga miliaran rupiah.
Salah satu korban, Delia Yasmine, secara terbuka membagikan pengalamannya agar masyarakat tidak mengalami hal serupa.
Delia mengaku awalnya mengenal Luluk sudah cukup lama, namun kedekatan intens baru terjalin sejak tahun 2024.
Luluk, bersama suaminya, mendatangi rumah Delia untuk menawarkan skema investasi usaha lotion dengan iming-iming keuntungan 10 persen per bulan.
“Dia menjanjikan saya bisa ambil modal kapan saja, dan kalau mau tarik dana, akan disiapkan dan dikembalikan maksimal 10 hari. Tapi sejak Maret sampai April, uang saya tidak dikembalikan,” terang Delia, Minggu (6/7/2025) melalui pesan Instagramnya.
Tak hanya skema investasi, Luluk juga disebut mengelola arisan bulanan. Namun, arisan itu diduga fiktif, karena meski para anggota rutin membayar iuran, tidak pernah ada pemenang yang diumumkan setiap bulan.
“Uang hanya masuk ke rekening dia, tapi tidak pernah ada yang menang arisan. Jadi uang itu dipakai sendiri oleh Luluk,” tegas Delia.
Delia kini tengah menggalang para korban lainnya untuk membentuk grup dan merangkum total kerugian yang ditimbulkan dari dugaan penipuan ini. Dari informasi sementara, jumlah kerugian para korban sangat fantastis. “Ada yang ditipu sampai Rp2 miliar, bahkan Rp3 miliar,” ungkapnya.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya dengan tawaran investasi menggiurkan, sekalipun datang dari orang yang dikenal dekat.
“Jangan mudah percaya, walaupun orang itu sudah seperti saudara. Karena masalah uang sangat sensitif. Apalagi ekonomi lagi tidak bagus, banyak oknum penipu yang memanfaatkan keadaan,” pesan Delia.
Saat ini, kasus tersebut belum dilaporkan secara resmi ke aparat penegak hukum, namun Delia berharap ada tindakan tegas dari pihak berwenang, baik berupa proses hukum maupun upaya mediasi yang bisa memulihkan kerugian para korban.
Delia Yasmine menyatakan pihaknya juga bersedia jika dimntai keterangan lebih lanjut, kata dia, ini demi mendorong kesadaran publik terhadap maraknya investasi bodong yang meresahkan.













