.SUARARAKYATINDO.COM, PROBOLINGGO – Penggemar masakan pedas harus bersiap menghadapi lonjakan harga. Dalam sepekan terakhir, harga cabe rawit di Pasar Somoroto terus merangkak naik hingga membuat banyak pembeli kaget.
Munif, salah satu pedagang sayur di pasar tersebut, mengungkapkan bahwa kenaikan terjadi hampir setiap hari.
“Setiap hari naik sekitar sepuluh ribu. Dari harga awal tiga puluh ribu, sekarang sudah delapan puluh ribu per kilo,” ujarnya pada Kamis, 4 Desember 2025.
Belum ada penjelasan pasti mengenai pemicu kenaikan drastis ini. Namun menurut Munif, stok cabe rawit memang semakin menipis. Ia menduga musim penghujan membuat petani mengurangi luas tanam, sementara lahan yang ditanami belum memasuki masa panen.
Munif memperkirakan panen cabe baru berlangsung sekitar Februari hingga Maret mendatang. Kondisi tersebut membuat potensi kenaikan harga masih terbuka lebar.
Selain mahal, kualitas cabe yang beredar pun tidak sebagus saat harga normal. Sementara itu, jenis cabe lain seperti cabe merah besar masih berada di kisaran Rp 40 ribu per kilogram, sedangkan cabe tampar sekitar Rp 50 ribu.
Sejumlah komoditas sayur lainnya terong, gambas, hingga tomat ikut terdampak musim penghujan dan mengalami kenaikan harga.













