SUARARAKYATINDO.COM – Probolinggo, Keberhasilan Ummi Musarrofah, atlet Taekwondo asal Desa Pedagangan, Kecamatan Tiris, dalam ajang PORPROV IX Jawa Timur 2025, membuka mata banyak pihak tentang pentingnya pemerataan pembinaan olahraga di wilayah pedesaan.
Ummi yang datang dari desa terpencil di Dapil III (Krucil, Tiris, dan Maron) berhasil meraih juara tingkat provinsi, meskipun harus berlatih dengan segala keterbatasan sarana.
Capaian ini menjadi bukti bahwa potensi luar biasa bisa tumbuh di pelosok, jika diberi kesempatan.
Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, Mochammad Alfatih, menyambut gembira prestasi tersebut. Namun lebih dari sekadar apresiasi, ia menilai capaian Ummi sebagai sinyal kuat bahwa pembinaan olahraga tidak boleh hanya terpusat di wilayah kota.
“Prestasi Ummi bukan hanya kebanggaan, tapi juga tamparan lembut bagi kita semua. Ada banyak potensi emas di desa, tapi kerap luput dari perhatian karena minimnya fasilitas,” ujar politisi muda tersebut.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Alfatih menyatakan akan memberikan bonus pribadi kepada Ummi.
Namun ia juga mendorong pemerintah daerah untuk mengambil langkah strategis dan berkelanjutan dalam pengembangan olahraga desa.
“Ini bukan soal satu orang, tapi soal ekosistem. Kita perlu bangun sistem pembinaan yang menyentuh desa-desa, agar anak-anak seperti Ummi punya ruang untuk bermimpi besar,” tandasnya.
Alfatih menegaskan, pentingnya sinergi antara pemangku kebijakan, komunitas olahraga, dan tokoh masyarakat untuk mendorong lahirnya generasi juara dari akar rumput.
Ia juga berkomitmen menjadikan isu ini sebagai salah satu fokus dalam agenda legislatifnya ke depan.
Dengan semangat dan kerja keras, Ummi telah membuktikan bahwa keterbatasan geografis dan fasilitas bukanlah penghalang untuk meraih kejayaan.
Kini, saatnya giliran pemerintah dan wakil rakyat menyambut obor semangat itu dengan kebijakan yang nyata.













