SUARARAKYATINDO.COM – Probolinggo, Warga Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, terpaksa bergerak sendiri menangani jalan rusak parah menuju kawasan wisata Gunung Bromo. Ini terjadi setelah dua pengendara sepeda motor tewas akibat terjerembab ke dalam lubang besar yang menganga di jalur utama tersebut, Minggu malam (1/6/2025).
Lubang itu membentang sepanjang enam meter dengan lebar dua meter dan kedalaman dua meter, tepat di akses utama wisatawan menuju Bromo. Kerusakan jalan yang awalnya berupa retakan sejak awal Mei, kini berubah menjadi ancaman nyata bagi pengguna jalan.
“Kami tidak bisa menunggu lagi. Dua nyawa melayang karena kelalaian penanganan. Ini sudah gawat,” ujar Kepala Desa Ngadisari, Sunaryono, Senin (2/6/2025).
Menurutnya, kerusakan jalan sudah dilaporkan sejak 14 Mei ke Dinas PU Kabupaten Probolinggo. Namun, hingga insiden terjadi, belum ada tindakan nyata, hanya survei awal yang tak berlanjut.
Sebagai bentuk kepedulian, warga pun bergotong royong menutup lubang tersebut dengan material tanah. Aksi swadaya ini melibatkan belasan pemuda, tokoh masyarakat, dan relawan. Mereka mengangkut tanah menggunakan 10 mobil pikap demi menutup lubang secara darurat.
“Ini bukan solusi jangka panjang. Di bawahnya ada saluran lama yang ambles. Idealnya dibongkar dan dibangun ulang drainasenya, lalu diaspal,” kata Sunaryono.
Warga berharap Pemkab Probolinggo segera ambil alih penanganan. Sebab jalur tersebut tidak hanya penting bagi wisatawan, tapi juga menghidupi ekonomi masyarakat lokal.
“Kalau dibiarkan, ini bukan cuma soal keselamatan, tapi juga menyangkut reputasi Bromo sebagai destinasi nasional,” tegasnya.













