Menu

Mode Gelap
Tips for an Easy-Care Home Garden Dua Pemuda Tidak Bisa Tertolong dalam Kecelakaan Vario dan Pick Up di Jalan Condong Probolinggo Dua Nyawa Melayang di Jalan Condong, Garda Bangsa Soroti Dugaan Sopir Pick Up Lepas Tanggung Jawab Exploring the 2026 Gambling Market Groundbreaking Hotel Azana Style Kraksaan Dimulai, Jadi Harapan Baru Investasi dan Pariwisata Probolinggo Pipa Utama Pecah, Distribusi Air Perumdam Bayuangga di Kota Probolinggo Lumpuh

Nasional

Kaisar Abu Hanifah Dukung Langkah Pemerintah Dorong Ekspor Industri Logam, Mesin, dan Elektronika

badge-check


					Akses KUR Dinilai Belum Merata, Kaisar Abu Hanifah Soroti Hambatan UMKM Perbesar

Akses KUR Dinilai Belum Merata, Kaisar Abu Hanifah Soroti Hambatan UMKM

SUARARAKYATINDO.COM – Jakarta, Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Kaisar Abu Hanifah, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah strategis pemerintah dalam mendorong ekspor sektor industri logam, mesin, dan elektronika secara masif.

Menurut Kaisar, kebijakan tersebut akan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global sekaligus berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Langkah pemerintah ini patut diapresiasi. Indonesia sudah waktunya naik kelas, bukan hanya menjadi objek pasar produk logam, mesin dan elektronik dari luar, tapi juga sebagai pemain aktif dan kompetitif di tingkat global,” ujar Kaisar di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (21/8/2025).

Legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) DI Yogyakarta itu menekankan pentingnya dukungan kebijakan dan infrastruktur agar industri logam, mesin, dan elektronika bisa tumbuh berkelanjutan.

Ia menyebut, pemerintah perlu memastikan penguatan rantai hulu-hilir, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), riset dan teknologi, serta jaminan energi dan bahan baku.

“Kita tidak bisa hanya bergantung pada komoditas mentah. Industri pengolahan seperti logam, mesin, dan elektronika harus menjadi tulang punggung ekonomi ke depan. Ini bukan hanya soal ekspor, tapi juga soal kemandirian ekonomi dan martabat bangsa,” tegasnya.

Kaisar menilai momentum ekspor semakin strategis setelah pemerintah Amerika Serikat (AS) menurunkan tarif impor untuk sejumlah produk logam dan manufaktur.

“Keputusan AS menurunkan tarif adalah peluang yang harus kita tangkap. Ini bisa membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk logam, mesin, dan elektronik buatan Indonesia. Pemerintah dan pelaku industri harus bergerak cepat dan taktis,” jelasnya.

Ia menambahkan, Indonesia tidak bisa terus-menerus bergantung pada ekspor bahan mentah. Sudah saatnya negeri ini beralih menjadi eksportir produk industri bernilai tambah tinggi.

“Industri pengolahan logam, mesin, dan elektronik harus menjadi pilar utama ekonomi nasional. Ini bukan cuma soal ekspor, tapi tentang membangun fondasi ekonomi yang mandiri, maju, dan berdaulat,” tandasnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Advokat Moh. Ali Murtadho Sebut Hellyana Tidak Memiliki Niat Jahat dalam Kasus Ijazah

8 Mei 2026 - 17:47 WIB

Kuasa Hukum Penggugat Kepengurusan DPW PPP Jabar: SK DPP Penuh Kejanggalan

7 Mei 2026 - 12:09 WIB

Koridor Hijau Desa Mulai Dibangun di Grobogan, IPDA Jadi Inisiator Utama

22 April 2026 - 17:38 WIB

Polda Metro Jaya Kantongi Inisial Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Diduga Lebih dari Empat Orang

18 Maret 2026 - 20:24 WIB

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI

14 Maret 2026 - 13:00 WIB

Trending di Nasional
error: