SUARARAKYATINDO.COM, Yogyakarta – Pemkot Yogyakarta berencana memasang instalasi penangkap limbah lemak di seluruh kawasan Tugu Yogyakarta sebagai langkah mencegah terulangnya kejadian luapan minyak di kawasan tersebut. Rencananya, pembangunan instalasi ini akan dimulai dalam satu bulan ke depan setelah disepakati bersama para pelaku usaha di wilayah Tugu Yogyakarta.
Kepala UPT Pengelolaan Air Limbah (PAL) Yogyakarta, Nugroho Indratmoko, yang menangani proyek tersebut mengungkapkan rencana instalasi penangkap limbah lemak masih dalam tahap konsultasi dengan pihak ketiga untuk memastikan pemilihan instalasi yang paling efektif.
“Ada gambarannya di setiap usaha kuliner itu memasang penangkal limbah minyak, bisa dipasang di wastafelnya masing-masing,” ujarnya.
Menurut Nugroho, kolaborasi dengan para pelaku usaha kuliner di Tugu Yogya untuk menginstalasi penangkap limbah lemak ini merupakan langkah yang tepat dan telah disetujui bersama.
“Kami juga sudah koordinasi dengan berbagai usaha kuliner disana dari hotel, warung, sampai restoran mereka sepakat pasang penangkap limbah lemak ini,” tambahnya.
Ia juga menyebut bahwa penggunaan instalasi penangkap limbah lemak telah terbukti berhasil dalam mengatasi masalah limbah minyak di wilayah Patehan, Kemantren Kraton.
“Dulu di Patehan itu juga mirip kondisinya dengan di Tugu ini, sering ada luapan limbah minyak ke jalan, bahkan di Patehan ini baunya sangat menyengat,” imbuhnya.
Namun, meskipun instalasi penangkap limbah lemak sedang dikonsultasikan, Nugroho menjelaskan bahwa ini bukan satu-satunya tindakan yang akan diambil.
“Kami akan rutin melakukan pengecekan di saluran limbahnya, ada atau tidak ada luapan minyak akan kami periksa dan gelontorkan air supaya saluran limbahnya lancar,” tegasnya.
Kejadian luapan minyak di Tugu Yogya telah terjadi beberapa kali sebelumnya, yang terakhir terjadi pada Senin malam (6/11/2023). Luapan minyak ini telah menyebabkan gangguan lalu lintas, kecelakaan, serta kerusakan sistem drainase di sekitar saluran limbah. Dengan pemasangan instalasi penangkap limbah lemak, diharapkan masalah ini dapat diminimalisir.













