Menu

Mode Gelap
Tips for an Easy-Care Home Garden Dua Pemuda Tidak Bisa Tertolong dalam Kecelakaan Vario dan Pick Up di Jalan Condong Probolinggo Dua Nyawa Melayang di Jalan Condong, Garda Bangsa Soroti Dugaan Sopir Pick Up Lepas Tanggung Jawab Exploring the 2026 Gambling Market Groundbreaking Hotel Azana Style Kraksaan Dimulai, Jadi Harapan Baru Investasi dan Pariwisata Probolinggo Pipa Utama Pecah, Distribusi Air Perumdam Bayuangga di Kota Probolinggo Lumpuh

Nasional

Pesantren Dinilai Jadi Kunci Pemutus Rantai Kemiskinan, Cak Imin: Mereka Sekolah Meski Tak Punya Biaya

badge-check


					Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar (Cak Imin) saat konferensi pers di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Jumat, (20/6/2025). (Foto: ig@cakimin) Perbesar

Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar (Cak Imin) saat konferensi pers di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Jumat, (20/6/2025). (Foto: ig@cakimin)

SUARARAKYATINDO.COM – Jakarta, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, menegaskan bahwa pesantren memiliki kontribusi nyata dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia.

“Pesantren itu punya kekuatan besar, karena mayoritas santrinya berasal dari keluarga ekonomi bawah, bahkan ada yang tidak mampu bayar tapi tetap bisa mengenyam pendidikan,” ujar Cak Imin, di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Jumat (20/6/2025).

Menurutnya, pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga benteng sosial yang mencetak generasi tangguh di tengah keterbatasan.

Kesederhanaan yang diajarkan membuat lulusan pesantren memiliki daya tahan kuat menghadapi kehidupan, bahkan tak sedikit yang kemudian tampil sebagai pemimpin bangsa.

“Dari pesantren lahir tokoh-tokoh besar. Gus Dur pernah jadi Presiden. Kiai Ma’ruf Amin kini jadi Wakil Presiden. Ini bukti nyata,” lanjut Cak Imin.

Ia menilai, pemerintah dan DPR seharusnya memberikan apresiasi lebih terhadap peran pesantren. Selain membuka akses pendidikan bagi masyarakat miskin, pesantren juga dinilai berhasil menginternalisasi nilai kemandirian dan semangat belajar di tengah keterbatasan.

Dalam upaya memperkuat peran strategis tersebut, PKB akan menggelar Konferensi Internasional Pesantren bertajuk “Pesantren Berkelas Menuju Indonesia Emas: Menyatukan Tradisi, Inovasi, dan Kemandirian” pada 24-26 Juni 2025 di Hotel Sahid, Jakarta.

Sejumlah tokoh penting akan hadir sebagai narasumber, seperti Ketua Dewan Syura PKB KH. Said Aqil Siradj, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Mendikdasmen Abdul Mu’ti, hingga Wamen Dikti Stella Christie.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Advokat Moh. Ali Murtadho Sebut Hellyana Tidak Memiliki Niat Jahat dalam Kasus Ijazah

8 Mei 2026 - 17:47 WIB

Kuasa Hukum Penggugat Kepengurusan DPW PPP Jabar: SK DPP Penuh Kejanggalan

7 Mei 2026 - 12:09 WIB

Koridor Hijau Desa Mulai Dibangun di Grobogan, IPDA Jadi Inisiator Utama

22 April 2026 - 17:38 WIB

Polda Metro Jaya Kantongi Inisial Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Diduga Lebih dari Empat Orang

18 Maret 2026 - 20:24 WIB

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI

14 Maret 2026 - 13:00 WIB

Trending di Nasional
error: