Menu

Mode Gelap
Empat Perda Disahkan, Lora Fahmi Tegaskan Komitmen Lindungi Warga Probolinggo Saat Rakyat Mengambil Alih Tugas Negara di Kabupaten Probolinggo Pemkot Probolinggo Gelar GPM di KOPI SIAGA, Tekan Lonjakan Harga Bahan Pokok Investing in Gold Coin IRAs: A Safe Path To Wealth Preservation Mostbet uz: download apk and skachat yuklab Android/IOS setup for Uzbekistan, kirish login com, reviews, owner’s photo, casino bet, uzb Android online Best Gold IRA Companies of 2020

Kolom

Puisi JQ Soenardie “Ayah ku pahlawan ku”

badge-check


					Ilustrasi petani Menjerit Merdeka Pupuk Langka. (Foto; SRI) Perbesar

Ilustrasi petani Menjerit Merdeka Pupuk Langka. (Foto; SRI)

 “Ayah ku pahlawan ku”

Ayah di usia tak lagi muda
dan semangat mu lebih dari anak muda
aku tertegun pada prinsip hidup mu
aku sudah lama menganggur tujuh tahun lebih
bukan salah diri mu atau salah dari program pemerintah

yang ku hasilkan adalah berupa segepok puisi
untuk mengisi ruang kekosongan waktu
supaya terhindar dari rasa stres
ada kalanya aku marah
tapi juga sering
tersenyum
manis

Ayah kerapkali melontarkan kritik kebijakan pemerintah
tentang harga pupuk bersubsidi yang di batasi
sedangkan kebutuhan sawahnya belum tercukupi
kios resmi sering mempermainkan harga
para petani hasilnya pas-pasan modal yang di keluarkan

menurut Ayah kebijakan ini terlalu menguntungkan
para cukong dan lingkaran mafia pupuk
ini hari penuh kepalsuan yang di poles banyak janji
lihatlah para calon pemimpin
gambarnya tersenyum dengan begitu santun
apakah mereka sudah memahami persoalan bangsa

mungkinkah itu hanya soal pencitraan semata
di tukar tambah berdasarkan kekuasaan
sebagai peruntungan kalkulasi politik
kemudian di pamerkan kepada segenap rakyat jelata

seperti Negeri impian di dunia para penyihir
yang tampak aneh seolah menjadi nyata
tetapi di Negeri ini begitu lain
yang nyata di dustakan

kata Ayah ku
ini Negeri sudah di perjuangkan
tapi kemerdekaan masyarakatnya di bungkam
lewat undang-undang, kenapa yang kritis harus di cari
kesalahannya sedangkan yang memuja di biarkan begitu saja

sumpah bukan main hukum di Negeri ini. Walau pun sudah
di ketahui banyak orang malah semakin semarak
penjualan pasal untuk meringankan
hukuman atau bebas
dari vonis,
kalau pun ada yang di tangkap pertanyaan hanyalah ada tiga:

pertama apakah dia punya banyak uang dan harta
yang kedua apakah dia punya relasi atau dari kekuasaan
yang ketiga apakah orang biasa hanya pasrah dengan keadaan

Ayah, di hari tua yang penuh semangat, aku berguru pada mu
tentang cinta dan kesetiaan cara merawat kasih sayang
tanpa perlu banyak perhitungan terhadap apa
yang di lakukannya, walau pun Ayah ku
bukan sebagai pejuang
kemerdekaan. Tetapi bagi ku Ayah ialah pahlawan keluarganya
. . .
tafsir ngawuriah
10:11
17/08/2023

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kritik dalam Demokrasi: Antara Hak Politik dan Tuduhan Makar

7 April 2026 - 19:01 WIB

Kritik dalam Demokrasi: Antara Hak Politik dan Tuduhan Makar

Jangan Selalu Norma, Mari Pandang Coming Out LGBTQ+ Dari Kacamata Psikologi

1 Oktober 2025 - 20:55 WIB

Jangan Selalu Norma, Mari Pandang Coming Out LGBTQ+ Dari Kacamata Psikologi

Kisah Kelam Sejarah G30S PKI, Mahasiswa Harus Jadi Garda Terdepan Menjaga Ideologi Pancasila

1 Oktober 2025 - 12:35 WIB

Kisah Kelam Sejarah G30S PKI, Mahasiswa Harus Jadi Garda Terdepan Menjaga Ideologi Pancasila

Sajak Mahendra Utama, Untuk Gus Imin di Hari Lahirmu

24 September 2025 - 12:20 WIB

Sajak Mahendra Utama, Untuk Gus Imin di Hari Lahirmu

Sajak Mahendra Utama, Untuk Affan Kurniawan, Yang Terbaring di Aspal Jakarta

30 Agustus 2025 - 19:38 WIB

Sajak Mahendra Utama, Untuk Affan Kurniawan, Yang Terbaring di Aspal Jakarta
Trending di Kolom
error: