Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Kolom

Sajak-Sajak Jayek, “Gadis Kemarin Sore”

×

Sajak-Sajak Jayek, “Gadis Kemarin Sore”

Sebarkan artikel ini
Sajak-Sajak Jayek, " Gadis Kemaren Sore"
Saya Berkata-kata sembari menatap gadis Duduk Sambil Menatap Senja. Foto: Halamansembilan.com

Oleh: Jayek

“Gadis Kemarin Sore”

Advertisement
Scroll kebawah untuk membaca

Sore itu, terlihat seorang gadis berkerudung jingga, duduk di bantaran sungai yang airnya mengalir tenang. Ia meratapi dirinya yang nampak memantul di permukaan air.

Gadis itu menghela nafas dalam-dalam, sangat dalam. Pakaian muslimah syar’i bermotif bunga yang dikenakannya, ia biarkan terhempas angin dan basah oleh percikan air di antara bebatuan.

Helaan nafasnya semakin dalam, suaranya pun terdengar begitu berat. Diam-diam rintikan hujan air mata membasahi savana pipinya yang sejak tadi mulai merekah di hadapan senja.

Baca Juga:  Sajak-Sajak Mas Dewa, "Lilin Itu"

“Aku telah ikhlas,” suara gadis itu lirih terucap.

Lalu, suara itu tenggelam bersama isak tangisnya dan hilang bersama riuh suara desiran angin di ujung senja.

Probolinggo,…..

Kau Harus Tau!

—Tanpa-Nya:

Bayangmu tak lagi subur; aromamu tak lagi wangi; daunmu berguguran; tangkaimu rapuh dan runtuh; parasmu tak lagi teduh

Baca Juga:  Seberkas Puisi JQ Soenardie Sayang Ku

Kau tak ubahnya Durgandini yang memanfaatkan surupa dan kulina untuk menaklukkan banyak orang. Namun Semesta bagai Dewi Kunti yang tak bisa disiasati.

Lambat-laun kau akan serupa akar yang tak mau mengakar. Hingga kering dan perlahan tumbang mengecup kematian.

Probolinggo,…..

“Kesunyian”

Setelah kepergiannya
Aku sering melihat peta bola dunia
Dan menatap rapat pada salah satu wilayah
dimana tempat ia berada

Example 120x600