Sajak-Sajak Jayek, "Gadis Kemarin Sore" - Suararakyatindo

Menu

Mode Gelap
Harga Cabe Rawit Melonjak Tajam, Tembus Rp 80 Ribu per Kilogram Kejari Probolinggo Musnahkan Ribuan Barang Bukti dari 115 Perkara Pidana The Evolution of Gaming: From Pixels to Immersive Worlds A Comprehensive Study on Games: Evolution, Impact, and Future Trends Hanura Siap Upgrade Kader Legislatif Daerah pada Rakernas dan Bimtek di Bandung Mendatang The Evolution and Impact of Team Sports on Society

Kolom

Sajak-Sajak Jayek, “Gadis Kemarin Sore”

badge-check


					Saya Berkata-kata sembari menatap gadis Duduk Sambil Menatap Senja. Foto: Halamansembilan.com Perbesar

Saya Berkata-kata sembari menatap gadis Duduk Sambil Menatap Senja. Foto: Halamansembilan.com

Oleh: Jayek

“Gadis Kemarin Sore”

Sore itu, terlihat seorang gadis berkerudung jingga, duduk di bantaran sungai yang airnya mengalir tenang. Ia meratapi dirinya yang nampak memantul di permukaan air.

Gadis itu menghela nafas dalam-dalam, sangat dalam. Pakaian muslimah syar’i bermotif bunga yang dikenakannya, ia biarkan terhempas angin dan basah oleh percikan air di antara bebatuan.

Helaan nafasnya semakin dalam, suaranya pun terdengar begitu berat. Diam-diam rintikan hujan air mata membasahi savana pipinya yang sejak tadi mulai merekah di hadapan senja.

“Aku telah ikhlas,” suara gadis itu lirih terucap.

Lalu, suara itu tenggelam bersama isak tangisnya dan hilang bersama riuh suara desiran angin di ujung senja.

Probolinggo,…..

Kau Harus Tau!

—Tanpa-Nya:

Bayangmu tak lagi subur; aromamu tak lagi wangi; daunmu berguguran; tangkaimu rapuh dan runtuh; parasmu tak lagi teduh

Kau tak ubahnya Durgandini yang memanfaatkan surupa dan kulina untuk menaklukkan banyak orang. Namun Semesta bagai Dewi Kunti yang tak bisa disiasati.

Lambat-laun kau akan serupa akar yang tak mau mengakar. Hingga kering dan perlahan tumbang mengecup kematian.

Probolinggo,…..

“Kesunyian”

Setelah kepergiannya
Aku sering melihat peta bola dunia
Dan menatap rapat pada salah satu wilayah
dimana tempat ia berada

Aku juga mulai menggambar sebuah negara
Yang belum pernah ku kunjungi sebelumnya
Dan mereka-reka denah tempat mukimnya disana
Meski aku tak tau persis seperti apa
Semenjak itu, sunyi

sunyi sering menghampiriku
Dingin mengigil kembali menghantui malamku

Asal kau tau! ! !
Hari-hariku menjelma musim salju

Probolinggo,…..

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Jangan Selalu Norma, Mari Pandang Coming Out LGBTQ+ Dari Kacamata Psikologi

1 Oktober 2025 - 20:55 WIB

Jangan Selalu Norma, Mari Pandang Coming Out LGBTQ+ Dari Kacamata Psikologi

Kisah Kelam Sejarah G30S PKI, Mahasiswa Harus Jadi Garda Terdepan Menjaga Ideologi Pancasila

1 Oktober 2025 - 12:35 WIB

Kisah Kelam Sejarah G30S PKI, Mahasiswa Harus Jadi Garda Terdepan Menjaga Ideologi Pancasila

Sajak Mahendra Utama, Untuk Gus Imin di Hari Lahirmu

24 September 2025 - 12:20 WIB

Sajak Mahendra Utama, Untuk Gus Imin di Hari Lahirmu

Sajak Mahendra Utama, Untuk Affan Kurniawan, Yang Terbaring di Aspal Jakarta

30 Agustus 2025 - 19:38 WIB

Sajak Mahendra Utama, Untuk Affan Kurniawan, Yang Terbaring di Aspal Jakarta

Dana Desa Dipangkas, Kades Dipaksa Tanggung Gagal Bayar Koperasi Merah Putih

24 Agustus 2025 - 13:33 WIB

Dana Desa Dipangkas, Kades Dipaksa Tanggung Gagal Bayar Koperasi Merah Putih
Trending di Kolom
error: