Menu

Mode Gelap
Jemaah Haji Asal Probolinggo Korban Kecelakaan di Madinah Dipastikan Pulih Exploring the Advantages and Advances of Physical Gold and Silver IRAs In 2023 Mostbet uz: download apk and skachat yuklab Android/IOS download for Uzbekistan, kirish login com, reviews, owner’s photo, casino bet, uzb Android online Probolinggo Dipantau 480 CCTV, Warga Makin Aman atau Justru Terawasi? Dugaan Pelanggaran Etik ASN dan PPPK di Dinkes Probolinggo Disorot Publik May Day di Kabupaten Probolinggo Penuh Kebersamaan, Buruh Sampaikan Delapan Tuntutan

Daerah

Tragedi Maut Kanjuruhan Malang, Civitas Akademik Unzah Genggong Gelar Do’a Bersama

badge-check


					Mahasiswa Unzah Kraksaan melakukan acara Do'a bersama kepada para suporter yang Meninggal Dunia. (Foto; SRI) Perbesar

Mahasiswa Unzah Kraksaan melakukan acara Do'a bersama kepada para suporter yang Meninggal Dunia. (Foto; SRI)

SUARARAKYATINDO.COM, Kraksaan – Rasa kemanusiaan dan empati atas tragedi maut dalam laga Persebaya Surabaya vs Arema Malang di Stadion Kanjuruhan Malang mulai bermunculan. Selain santri, rasa empati juga ditujukan oleh civitas akademika Universitas Islam Zainul Hasan Genggong (Unzah).

Segenap civitas akademika dan mahasiswa Unzah Genggong, rela meluangkan sedikit waktunya membacakan surat Yasin, do’a dan tahlil bersama tepat di halaman rektorat, Minggu (2/10/2022) sore, walupun hanya digelar dengan cara yang sederhana.

Rektor Unzah Genggong, Abdul Aziz Wahab mengatakan, tragedi berdarah menghilangkan ratusan nyawa dinilainya sangat menyakitkan hati. Disisi lain, hal itu juga harus dijadikan pelajaran semua untuk berbenah di setiap perhelatan laga.

“Kami selaku rektor Unzah dan segenap jajaran civitas akademika berbelasungkawa atas tragedi ini, semoga semua korban husnul khatimah dan yang keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan bisa mengikhlaskan,” kata Aziz, Senin (3/10/2022).

Adanya tragedi tersebut, diharapkan, sepakbola tanah air ke depan dapat lebih tertib dan lebih bisa mengedepankan sportivitas antar suporter. Hal itu, kata dia, demi kebaikan bersama, tidak hanya bagi suporter ataupun masyarakat, tapi juga untuk pesepakbola.

“Terlebih di tanah air ini tidak sedikit yang suka dan mencintai sepakbola, terlebih juga bagi bibit muda yang notabene mahasiswa masuk di dalamnya. Selain itu ini juga momentum bagi pemerintah dalam kebijakan dan pembenahan,” ungkapnya.

Sekedar informasi, dari ratusan korban dalam tragedi laga yang dimenangkan Persebaya dengan skor tipis 3-2, 3 diantaranya berasal dari Kabupaten Probolinggo, yakni Abian Hasiq Rifqi (18) asal Kecamatan Kraksaan, Moh. Kindi Arrumi Purnama (16) asal Kecamatan Besuk dan Rizky Dwi Yulianto (19) asal Kecamatan Maron.(*)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Wali Kota Absen, Rapat Paripurna LKPJ DPRD Kota Probolinggo Dijadwal Ulang

20 April 2026 - 18:35 WIB

Pemerintah Kota Probolinggo Wajibkan OPD Gunakan Air Mineral Lokal, DPRD Soroti Potensi Keberpihakan

Genggong Go Green ke-7, Gerakan Moral Bersepeda untuk Efisiensi Energi

19 April 2026 - 17:10 WIB

Genggong Go Green ke-7, Gerakan Moral Bersepeda untuk Efisiensi Energi

Ketua PC GP Ansor Kraksaan Siap Tempuh Jalur Hukum Usai Aksi di Rumah Pribadi

19 April 2026 - 13:28 WIB

Ketua PC GP Ansor Kraksaan Siap Tempuh Jalur Hukum Usai Aksi di Rumah Pribadi

Abd Wahid Resmi Jadi Sekretaris PC GP Ansor Kraksaan, Tegaskan Dipilih Lewat Pleno Sah

19 April 2026 - 10:53 WIB

Abd Wahid Resmi Jadi Sekretaris PC GP Ansor Kraksaan, Tegaskan Dipilih Lewat Pleno Sah

Komandan Banser Kraksaan Bantah Keterlibatan Organisasi dalam Aksi di Kediaman Ketua GP Ansor

19 April 2026 - 10:48 WIB

Komandan Banser Kraksaan Bantah Keterlibatan Organisasi dalam Aksi di Kediaman Ketua GP Ansor
Trending di Daerah
error: