Menu

Mode Gelap
Credit Score Donkey’s Best Gold IRA Companies: A Comprehensive Assessment Empat Perda Disahkan, Lora Fahmi Tegaskan Komitmen Lindungi Warga Probolinggo Saat Rakyat Mengambil Alih Tugas Negara di Kabupaten Probolinggo Pemkot Probolinggo Gelar GPM di KOPI SIAGA, Tekan Lonjakan Harga Bahan Pokok Investing in Gold Coin IRAs: A Safe Path To Wealth Preservation Mostbet uz: download apk and skachat yuklab Android/IOS setup for Uzbekistan, kirish login com, reviews, owner’s photo, casino bet, uzb Android online

Nasional

Tunjangan Rumah DPR Rp50 Juta Picu Demo Ricuh, Dasco: Hanya Berlaku Setahun!

badge-check


					Masa aksi yang tuntut tunjangan rumah dprd Perbesar

Masa aksi yang tuntut tunjangan rumah dprd

SUARARAKYATINDO.COM, Jakarta – Gelombang kritik publik terhadap tunjangan rumah anggota DPR sebesar Rp50 juta per bulan kian memanas. Sehari usai demo ricuh di sekitar Gedung DPR, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyatakan bahwa tunjangan tersebut hanya berlaku sampai Oktober 2025.

“Jadi setelah bulan Oktober 2025, anggota DPR tidak akan mendapat tunjangan kontrak rumah lagi,” ujar Dasco kepada wartawan, Selasa (26/08).

Namun penjelasan itu justru memantik polemik baru. Sebab, Dasco menyebut uang Rp50 juta per bulan tersebut yang diberikan selama satu tahun penuh dipakai untuk membiayai kontrak rumah anggota DPR selama lima tahun masa jabatan mereka (2024–2029).

“Karena anggarannya tidak cukup untuk diberikan sekaligus, jadi diangsur selama setahun,” jelasnya, seraya mengakui bahwa komunikasi sebelumnya “kurang lengkap” sehingga memicu kemarahan publik.

Demo 25 Agustus Memanas, Belasan Pendemo Ditangkap

Sehari sebelumnya, demo memprotes gaji dan tunjangan DPR yang disebut-sebut melebihi Rp100 juta per bulan berakhir ricuh. Belasan pendemo, termasuk pelajar SMA, ditangkap polisi.

Kericuhan sempat meluas ke rel KRL antara Tanah Abang dan Palmerah, menyebabkan gangguan perjalanan. Aparat Brimob menembakkan gas air mata lebih dari lima kali dalam waktu 30 menit.

“Pak, yang ditembak harusnya anggota DPR, bukan kami!” teriak seorang demonstran di tengah kepanikan.

Para pengamat menilai pemberian tunjangan besar di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang sulit sebagai bentuk kepekaan yang rendah dari para wakil rakyat. Seruan “bubarkan saja DPR” pun menggema di tengah kerumunan.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

27 April 2026 - 12:48 WIB

invitation-boxes-with-logo-2 (1)

Koridor Hijau Desa Mulai Dibangun di Grobogan, IPDA Jadi Inisiator Utama

22 April 2026 - 17:38 WIB

Polda Metro Jaya Kantongi Inisial Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Diduga Lebih dari Empat Orang

18 Maret 2026 - 20:24 WIB

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI

14 Maret 2026 - 13:00 WIB

Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas Ditahan KPK dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji 2023–2024

13 Maret 2026 - 13:56 WIB

Trending di Nasional
error: