SUARARAKYATINDO.COM, Probolinggo – Sebuah video yang memperlihatkan buah jambu diduga berulat dalam paket program Makan Bergizi Gratis (MBG) ramai beredar di sejumlah grup WhatsApp pada Rabu (11/3/2026). Video tersebut memicu perhatian dan berbagai tanggapan dari masyarakat.
Menanggapi hal itu, pihak dapur membenarkan adanya temuan tersebut. Mereka menyebut laporan pertama kali diterima langsung dari wali murid melalui pihak sekolah, sebelum video itu menyebar luas di media sosial.
Rizky Adrianto selaku Chef SPPG Tunas Tulon yang mewakili Yayasan Mitra sekaligus Ketua SPPG menyampaikan klarifikasi atas beredarnya video tersebut pada Sabtu (14/3/2026).
“Saya Rizky Adrianto selaku Chef SPPG Tunas Tulon mewakili Yayasan Mitra dan Ketua SPPG menyampaikan klarifikasi terkait video viral yang memperlihatkan buah jambu berulat dalam menu program Makan Bergizi Gratis (MBG),” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pihak sekolah telah lebih dahulu menghubungi dapur untuk mengonfirmasi temuan tersebut sebelum video menjadi viral.
Menurutnya, dapur SPPG Tongas Kulon Yayasan Garuda Brahmanti Utama segera menindaklanjuti laporan itu sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kualitas makanan yang disalurkan.
Terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai adanya sekitar 40 kilogram jambu dalam kondisi busuk, pihak dapur menegaskan kabar tersebut tidak benar.
Jumlah tersebut, kata Rizky, merupakan hasil penyortiran di dapur dan telah dikembalikan kepada pihak supplier, bukan buah yang dibagikan kepada penerima manfaat program. Pihak dapur menyatakan peristiwa ini menjadi bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Mereka juga menegaskan bahwa temuan tersebut merupakan kejadian pertama dan diharapkan menjadi yang terakhir dalam pelaksanaan program MBG di wilayah tersebut.













