Jakarta – Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza menanggapi prediksi mengejutkan dari BPJS Ketenagakerjaan soal potensi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang disebut bisa mencapai 280 ribu pekerja sepanjang tahun 2025.
Faisol Riza mengaku belum mengetahui dasar dari proyeksi tersebut, mengingat tren investasi ke Indonesia dalam beberapa minggu terakhir justru menunjukkan peningkatan, terutama di sektor-sektor strategis seperti industri dan pertambangan.
“Saya kira saya nggak tahu dasarnya perkiraan atau potensi PHK itu. Tapi kalau melihat pelan-pelan di beberapa minggu terakhir ini, minat investasi ke Indonesia meningkat. Lalu bergeraknya sektor lebih cepat, termasuk salah satunya sektor pertambangan,” ujar Faisol Riza, dikutip Jumat (23/5/2025).
Lebih lanjut, Faisol menyatakan tidak terlalu yakin bahwa angka PHK akan setinggi itu. Meski begitu, Kemenperin akan tetap memantau perkembangan yang terjadi di sektor ketenagakerjaan ke depan.
“Saya nggak terlalu yakin dengan potensi itu, tapi nanti kita lihat ke depan,” tambahnya.
Sebelumnya, Ketua Dewan Pengawas (Dewas) BPJS Ketenagakerjaan, Muhammad Zuhri, menyebut jumlah pegawai yang terdampak PHK di tahun 2025 berpotensi menembus angka 280.000 orang. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI di Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (20/5/2025).
“Lalu, prediksi dan potensi korban PHK yang akan terjadi untuk tahun 2025 diprediksi itu ada sekitar 280 ribu korban PHK. Ini baru prediksi,” ujar Zuhri.
Data yang dirujuk Zuhri menunjukkan sepanjang tahun 2024 tercatat sebanyak 77.960 pekerja terkena PHK. Sementara itu, hingga April 2025, jumlahnya telah mencapai 24.360 orang.
Kondisi ini membuat perhatian publik dan pemerintah mengarah pada sektor ketenagakerjaan yang dinilai mulai mengalami tekanan, meskipun beberapa sektor industri strategis masih mencatatkan kinerja positif.












