Menu

Mode Gelap
Mostbet uz: download apk and skachat yuklab Android/IOS download for Uzbekistan, kirish login com, reviews, owner’s photo, casino bet, uzb Android online Probolinggo Dipantau 480 CCTV, Warga Makin Aman atau Justru Terawasi? Dugaan Pelanggaran Etik ASN dan PPPK di Dinkes Probolinggo Disorot Publik May Day di Kabupaten Probolinggo Penuh Kebersamaan, Buruh Sampaikan Delapan Tuntutan Skandal ASN–PPPK di Probolinggo Meledak, Digerebek Suami di Mal hingga Berujung Adu Fisik Harga Daging Ayam di Probolinggo Melonjak, Warga Kurangi Pembelian

Kolom

Puisi Mas Dewa Tentang Gerbang Terahir

badge-check


					Supaya nanti kata - kataku mampu nongkrong digubuk langit. Foto; Borobudur news Perbesar

Supaya nanti kata - kataku mampu nongkrong digubuk langit. Foto; Borobudur news

Oleh: Mas Dewa

Kuli Kata

Daun – daun terkantuk dalam malam buta
Meraun sunyi di atas batu penantian
Sebagai laknat suka
Terus diri ini di hujat mendung duka
Hingga rintik – rintik rindu berjatuhan
Menggenang dan telah menjadi muara tak bertepi
Lalu kepada siapa aku harus mangadu ?
Sedang kata – kataku terus bernafsu
Melalu lalang di belantara keserakahan

Ingin aku tuliskan seluruh isi jantung melati
Biar semerbak badan puisi ini
Dan digauli oleh banyak penikmat
Meski masih koyak dan lusuh
Penaku tetap gigih melukis sedih
Agar tak melulu di tertawai cakrawala
Agar tak sendu dihadapan penguasa
Sebab coretan ku akan terus menganga
Dan menelan cahya purnama
Setiap kedip kata ialah doa
Pada pengharapan samudra
Bertemakan tentang suka- duka
Sajak ku akan terus membahana

Gerbang Terakhir

Kepadamu aku menaruh belas

Supaya nanti kata – kataku mampu nongkrong digubuk langit

Karena cita – cita bukan milikku saja

Seluruh ras dalam darahku mengadu

Nasib, takdir, maupun kesungguhan

Nafas kupertaruhkan

Agar ketiganya mau berkompromi dengan imaji

Pun rupanya

Kerancuan batin membuatnya tumbang perlahan

Tergeletak bersama bintang – bintang

Aku sadar pada halnya kembang yang layu

Tertunduk, wajahku sayu

Meratap angan yang tak kesampaian

Mengabulkan doa malam ibu

Diri ini mati ditumbuk rindu

Seperti halnya ruang kosong – sendiri

Lamunanku redup sunyi

Tinggal duka melayat tangis dalam sanubari

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kritik dalam Demokrasi: Antara Hak Politik dan Tuduhan Makar

7 April 2026 - 19:01 WIB

Kritik dalam Demokrasi: Antara Hak Politik dan Tuduhan Makar

Jangan Selalu Norma, Mari Pandang Coming Out LGBTQ+ Dari Kacamata Psikologi

1 Oktober 2025 - 20:55 WIB

Jangan Selalu Norma, Mari Pandang Coming Out LGBTQ+ Dari Kacamata Psikologi

Kisah Kelam Sejarah G30S PKI, Mahasiswa Harus Jadi Garda Terdepan Menjaga Ideologi Pancasila

1 Oktober 2025 - 12:35 WIB

Kisah Kelam Sejarah G30S PKI, Mahasiswa Harus Jadi Garda Terdepan Menjaga Ideologi Pancasila

Sajak Mahendra Utama, Untuk Gus Imin di Hari Lahirmu

24 September 2025 - 12:20 WIB

Sajak Mahendra Utama, Untuk Gus Imin di Hari Lahirmu

Sajak Mahendra Utama, Untuk Affan Kurniawan, Yang Terbaring di Aspal Jakarta

30 Agustus 2025 - 19:38 WIB

Sajak Mahendra Utama, Untuk Affan Kurniawan, Yang Terbaring di Aspal Jakarta
Trending di Kolom
error: