Daerah  

Bukan TnI Polri, PLN Juga Ikut Andil Dalam Pengamanan G20

Bukan TnI Polri, PLN Juga Ikut Andil Dalam Pengamanan G20
PLN juga mengamankan acara G20 di Bali. (Foto; Ig @plnpersero)

SUARARAKYATINDO.COM- Bukan Hanya TNI Polri saja yang melakukan pengamanan di acara G20 akan tetapi pihak PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero) juga mengamankan acara tersebut.

Pasalnya, PLN memastikan kesiapan seluruh infrastruktur kelistrikan hingga personel untuk mendukung pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan, untuk pengamanan kelistrikan KTT G20 dari Posko Siaga Nusa Dua, Bali telah melakukan persiapan menyeluruh untuk memastikan keandalan pasokan dari kapasitas pembangkit hingga transmisi listrik ke venue acara KTT G20 pada tanggal 15 hingga 16 November 2022.

Baca Juga:  Bawaslu Sleman Ajak Partai Politik Jaga Kerukunan dalam Kampanye Pemilu 2024

“Dalam hal ini kami melakukan persiapan secara menyeluruh. Kami sudah menghitung pasokannya balance, antara pasokan listrik dengan kebutuhan listriknya sangat terjaga,” kata Darmawan dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (12/11/2022).

Darmawan mengungkapkan, sistem keandalan pembangkit PLN untuk mendukung KTT G20 di Bali mencapai 1.422 megawatt (MW). Pasokan tersebut berasal dari pembangkit listrik di Bali sebesar 952 MW, transfer listrik dari pembangkit di Jawa melalui transmisi bawah laut atau Saluran Kabel Laut Tegangan Tinggi (SKLT) sebesar 370 MW dan relokasi Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Grati sebesar 100 MW.

Sementara, beban puncak pada saat acara G20 diperkirakan hanya sebesar 980 MW. Artinya, ada cadangan daya sebesar 442 MW. “Beban puncak yang kita perkirakan 980 MW, hari ini hanya sekitar 880 MW. Jadi jauh di bawah estimasi yang kita perkirakan,” imbuhnya.

Baca Juga:  Sela-sela Pengukuhan Garda Bangsa Se-Probolinggo, Faisol Riza- Abdul Halim Iskandar Dinobatkan Jadi Warga Kehormatan Masyarakat Suku Tengger

Untuk memperkuat keandalan, PLN menyiapkan peralatan pendukung seperti 102 unit uninterruptible power supply (UPS), 36 unit gardu bergerak (UGB), 29 unit kabel bergerak dan 68 unit genset.

“Kami menyiapkan 4 lapis pasokan listrik. Pertama adalah UPS, kemudian ada 4 lapis penyulang dari 4 gardu induk berbeda yang kalau ada permasalahan langsung cascading otomatis. Kemudian ditambah dengan genset. Jadi keandalannya sangat tinggi,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan