Menu

Mode Gelap
Kasus DBD di Kota Probolinggo Capai 36 Orang hingga Awal Maret 2026 WSBP Tuntaskan Suplai Beton Tol Probolinggo–Banyuwangi Paket 3 Jelang Mudik Lebaran 2026 888Starz مصر منصة المراهنات الرياضية والكازينو مع إعداد سريع 888 Starz مصر الموقع الرسمي للكازينو والمراهنات الرياضية أونلاين Launching A Successful Link Constructing Agency: A Comprehensive Information How telemedicine is reshaping health insurance

Daerah

Pansus SOTK DPRD Probolinggo Kaji Pembentukan Bapenda, Muchlis Soroti Risiko Pembengkakan Belanja Pegawai

badge-check


					Pansus SOTK DPRD Probolinggo Kaji Pembentukan Bapenda, Muchlis Soroti Risiko Pembengkakan Belanja Pegawai Perbesar

Pansus SOTK DPRD Probolinggo Kaji Pembentukan Bapenda, Muchlis Soroti Risiko Pembengkakan Belanja Pegawai

SUARARAKYATINDO.COM, PROBOLINGGO – Panitia Khusus (Pansus) SOTK DPRD Kabupaten Probolinggo mulai mengupas rencana pembentukan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dalam rapat perdana bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Rabu (11/2/2026).

Ketua Pansus SOTK, Muchlis, menegaskan bahwa pembentukan OPD baru tidak boleh berdampak pada meningkatnya beban belanja pegawai. Ia mengingatkan, berdasarkan data dari BPPKAD, rasio belanja pegawai saat ini telah mencapai 33,36 persen, melampaui batas ideal yang ditetapkan sebesar 30 persen.

“Jangan sampai pembentukan Bapenda justru memperberat beban belanja pegawai kita,” ujar Muchlis, Kamis (12/2/2026).

Untuk mengantisipasi hal tersebut, BKPSDM mengusulkan langkah optimalisasi sumber daya manusia yang sudah ada. Strateginya adalah memaksimalkan pegawai internal, khususnya yang memiliki kompetensi di bidang keuangan dan teknologi informasi, guna memperkuat struktur Bapenda tanpa harus merekrut pegawai baru dalam jumlah besar.

Muchlis menilai pendekatan tersebut sebagai solusi realistis agar struktur baru tetap efektif tanpa memicu kritik publik akibat pembengkakan anggaran.
Tak hanya membahas Bapenda, Pansus SOTK juga mencermati rencana penggabungan sejumlah dinas. Di antaranya penggabungan Dinas Ketahanan Pangan dengan Dinas Pertanian, serta Dinas Peternakan dengan Dinas Perikanan.

Menurut Muchlis, penggabungan tersebut harus dikaji secara matang agar tidak menurunkan kualitas layanan kepada masyarakat maupun menghambat jenjang karier pejabat di masing-masing instansi.

“Jangan sampai setelah digabung justru pelayanannya memburuk. Itu yang harus kita antisipasi,” tegasnya.
Saat ini, Pansus masih melakukan simulasi struktur organisasi, termasuk mempertimbangkan komposisi bidang dalam Bapenda, apakah akan dibentuk dengan tiga atau empat bidang.

Pansus memastikan setiap rekomendasi akan disusun secara hati-hati dengan mempertimbangkan keseimbangan antara peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), efisiensi anggaran, serta kualitas pelayanan publik.

“Ini bukan sekadar soal PAD, tetapi juga menyangkut pegawai dan pelayanan kepada masyarakat,” pungkas Muchlis.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kasus DBD di Kota Probolinggo Capai 36 Orang hingga Awal Maret 2026

5 Maret 2026 - 21:28 WIB

Kasus DBD di Kota Probolinggo Capai 36 Orang hingga Awal Maret 2026

WSBP Tuntaskan Suplai Beton Tol Probolinggo–Banyuwangi Paket 3 Jelang Mudik Lebaran 2026

5 Maret 2026 - 20:54 WIB

WSBP Tuntaskan Suplai Beton Tol Probolinggo–Banyuwangi Paket 3 Jelang Mudik Lebaran 2026

Dini Rahmania Ajak 250 Warga Ramaikan Pasar Maron di Bulan Ramadan

3 Maret 2026 - 11:13 WIB

Dini Rahmania Ajak 250 Warga Ramaikan Pasar Maron di Bulan Ramadan

Perang AS–Israel–Iran Mengancam BBM Naik Gila-gilaan? DEN: Semua Tergantung Durasi Konflik!

2 Maret 2026 - 20:39 WIB

Perang AS–Israel–Iran Mengancam BBM Naik Gila-gilaan? DEN: Semua Tergantung Durasi Konflik!

Satpol PP Segel Dua Tempat Karaoke di Dringu, Terkendala Perizinan

2 Maret 2026 - 20:24 WIB

Satpol PP Segel Dua Tempat Karaoke di Dringu, Terkendala Perizinan
Trending di Daerah
error: