Menu

Mode Gelap
Exploring Gold 401(k) Plans: A Case Study on Diversifying Retirement Savings Top 3 Best Gold IRA Companies for 2023 Best Gold IRA Accounts: A Complete Information Greatest Web Sites To Buy Gold Online: A Complete Study Gold Coins for Sale: A Comprehensive Study Gold IRA Company Ratings: A Comprehensive Overview

Nasional

Pertalite Lebih Boros Karena Ada Oknum Yang Mengurangi Takarannya

badge-check


					Ilustrasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). ilustrasi/itimewa Perbesar

Ilustrasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). ilustrasi/itimewa

SUARARAKYATINDO.COM- Sejak Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite naik menjadi 10 ribu per liter pihak konsumen mengeluh karena jenis BBM dengan RON 90 semakin boros.

Hal itu Menag langsung di respon oleh pihak PT Pertamina Persero dan membantah asumsi yang mengatakan BBM jenis Pertalite boros.

PT Pertamina (Persero) telah membantah isu miring tersebut, dan mengklaim kualitas Pertalite yang dipasarkan di dalam negeri telah memenuhi ketentuan atau tidak mengalami penurunan.

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menilai, Pertamina tidak cukup hanya melakukan uji petik terhadap kualitas Pertalite di suatu SPBU.

“Pertamina juga harus mengendus terhadap suatu SPBU terkait takaran: mengurangi takaran atau tidak?” ujar Tulus dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (11/10/2022).

Asumsi konsumen yang mengatakan bahwa BBM Jenis Pertalite lebih boros dari sebelumnya itu tak lain adalah terdampak SPBU yang mengurangi takarannya.

“Bisa jadi konsumen yang mengaku Pertalite lebih boros, karena konsumen yang menjadi korban dari ulah atau oknum SPBU yang diduga mengurangi takaran tersebut,” ungkap dia.

Tulus pun belum mau menerima klaim Pertamina begitu saja, bahwa Pertalite yang dijual di SPBU pasti sudah melalui uji teknis teruji.

“Memang semua SPBU Pertamina telah diuji pasti pas, namun dalam beberapa kasus terbukti ditemukan adanya SPBU nakal,” kata dia.

Tulus menambahkan, bisa jadi konsumen membelinya BBM-nya di penjual eceran, yang dikemas dengan botol produk minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK).

“Bahkan, penjual BBM eceran dengan dispenser abal-abal yang kian menjamur dan tidak ada kalibrasi dari Dinas Metrologi,” tutur dia.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polda Metro Jaya Kantongi Inisial Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Diduga Lebih dari Empat Orang

18 Maret 2026 - 20:24 WIB

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI

14 Maret 2026 - 13:00 WIB

Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas Ditahan KPK dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji 2023–2024

13 Maret 2026 - 13:56 WIB

BGN Hentikan Ratusan Unit SPPG di Jawa Timur, Ini Alasannya

12 Maret 2026 - 13:31 WIB

Pemohon Uji Materi: Anggaran Pendidikan 2026 Jangan Sekadar Naik Angka, Substansinya Tergerus

20 Februari 2026 - 21:53 WIB

Trending di Nasional
error: