Kolom  

Puisi Mas Dewa, “Satu Agustus, Seribu Perjuangan”

Puisi Mas Dewa, " Satu Agustus, Seribu Perjuangan"
Agustus Menjadi Saksi Aku Tetap Setia Merangkai Bait demi Bait

Oleh; Mas Dewa

Satu Agustus, Seribu Perjuangan!

Matahari masih menggigil di ufuk timur
Diselimuti embun yang bergulung – melandai
Selamat pagi
Ucap sepasang burung dalam kicaunya

Kita bertemu lagi diawal bulan perjuangan
Ruang berkumpulnya cerita berdarah
Masa – masa jeritan melengking
Isak tangis dan keributan memenuhi dada
Resah dan sesak menjadi satu do’a
Untuk Indonesia merdeka

Begitu pelik menuju cita – cita rakyat
Untuk memeluk ketenangan
Merangkul keberagaman
Menjadi satu padu
Membebaskan belenggu penjajahan
Kekejaman dan kekerasan

Tepat tanggal 6 Agustus 1945
Hiroshima dibombardir oleh Amerika serikat
Dahsyat
Tak ada yang selamat
Begitu juga keesokan harinya
Hancur berkeping
Nagasaki jadi debu
Tangis dan jeritan jadi abu
Tak ada belas kasihan
Jepang tak punya kesempatan bersedih
Sebab, telah luluh lantah
Dibantai habis – habisan

Indonesia memiliki ruang kosong dalam kekuasaan
Kepalanya sedang pening
Sebab negaranya sendiri jadi titik sasaran keganasan bom
Hal ini tak disia – siakan
Ini adalah kesempatan
Kesempatan melepas belenggu penjajahan

Di hari ini cuaca cerah sekali
Seakan ikut merayakan hari – hari haru dan perjuangan
Ayam berkokok dengan keras
Burung – burung bernyanyi
Menyanyikan lagu kegembiraan
Tupai, musang, sapi, ikut gembira dalam isyaratnya masing – masing

Kemerdekaan di depan mata!

Respon (1)

Tinggalkan Balasan