Menu

Mode Gelap
Probolinggo Dipantau 480 CCTV, Warga Makin Aman atau Justru Terawasi? Dugaan Pelanggaran Etik ASN dan PPPK di Dinkes Probolinggo Disorot Publik May Day di Kabupaten Probolinggo Penuh Kebersamaan, Buruh Sampaikan Delapan Tuntutan Skandal ASN–PPPK di Probolinggo Meledak, Digerebek Suami di Mal hingga Berujung Adu Fisik Harga Daging Ayam di Probolinggo Melonjak, Warga Kurangi Pembelian Khofifah Siap Temui Buruh di May Day 2026, Tekankan Kolaborasi dan Kesejahteraan Pekerja

Daerah

Retribusi Pariwisata Bantul Tak Capai Target, Begini Penjelasannya

badge-check


					Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo. (Foto: Radarjogja) Perbesar

Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo. (Foto: Radarjogja)

SUARARAKYATINDO.COM – Yogyakarta, Retribusi pariwisata di Kabupaten Bantul diprediksi belum akan mencapai tingkat pemulihan yang sama seperti sebelum pandemi Covid-19.

Hingga akhir tahun, Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berasal dari sektor pariwisata diperkirakan hanya akan mencapai sekitar Rp 25 miliar hingga Rp 26 miliar, jauh dari target tahunan sebesar Rp 50 miliar. Angka PAD tersebut hampir setara dengan pendapatan tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Kwintarto Heru Prabowo, menjelaskan bahwa beberapa faktor mempengaruhi belum pulihnya retribusi pariwisata di Bantul. Salah satu faktornya adalah penurunan minat dalam sektor wisata yang dahulu menjadi prioritas utama.

Menurutnya, perubahan ekonomi juga berperan penting dalam permasalahan ini. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) berdampak langsung pada dunia pariwisata. Pihaknya sering berkoordinasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk menyampaikan bahwa okupansi hotel tidak mencapai tingkat yang sama seperti tahun sebelumnya, mencerminkan dampak yang terasa akibat kondisi ekonomi yang tidak stabil.

“Bahkan kalau dibandingkan sebelum pandemi juga jauh belum pulih,” katanya, Senin, (11/9/2023).

Kwintarto mengatakan bahwa mereka telah melakukan tes sampling kepada beberapa warga beberapa kali, meskipun tes tersebut tidak dapat mewakili seluruh penduduk.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari masyarakat, data menunjukkan bahwa saat ini, wisata bukanlah prioritas utama saat mereka melakukan perjalanan pulang kampung.

Kwintarto juga menyebutkan bahwa pada masa lalu, saat pulang kampung, kegiatan wisata seringkali menjadi bagian penting dari pertemuan dengan keluarga.

“Sekarang jawabannya kalau uang saku cukup ya untuk piknik, kalau tidak cukup ya tidak pikinik,” ujarnya.

Sebagai solusi, Kwintarto menyarankan agar dalam perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), mereka akan mengembalikan target PAD ke angka yang realistis seperti pencapaian tahun lalu.

Menurutnya, hal ini merupakan langkah yang lebih rasional dan dapat memberikan pandangan yang lebih akurat terkait potensi pendapatan dari sektor pariwisata di masa yang akan datang.

“Makanya di perubahan APBD akan kami kembalikan kepada target murni seperti pencapaian tahun lalu, sehingga menurut saya itu yang rasional,” tuturnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Wali Kota Absen, Rapat Paripurna LKPJ DPRD Kota Probolinggo Dijadwal Ulang

20 April 2026 - 18:35 WIB

Pemerintah Kota Probolinggo Wajibkan OPD Gunakan Air Mineral Lokal, DPRD Soroti Potensi Keberpihakan

Genggong Go Green ke-7, Gerakan Moral Bersepeda untuk Efisiensi Energi

19 April 2026 - 17:10 WIB

Genggong Go Green ke-7, Gerakan Moral Bersepeda untuk Efisiensi Energi

Ketua PC GP Ansor Kraksaan Siap Tempuh Jalur Hukum Usai Aksi di Rumah Pribadi

19 April 2026 - 13:28 WIB

Ketua PC GP Ansor Kraksaan Siap Tempuh Jalur Hukum Usai Aksi di Rumah Pribadi

Abd Wahid Resmi Jadi Sekretaris PC GP Ansor Kraksaan, Tegaskan Dipilih Lewat Pleno Sah

19 April 2026 - 10:53 WIB

Abd Wahid Resmi Jadi Sekretaris PC GP Ansor Kraksaan, Tegaskan Dipilih Lewat Pleno Sah

Komandan Banser Kraksaan Bantah Keterlibatan Organisasi dalam Aksi di Kediaman Ketua GP Ansor

19 April 2026 - 10:48 WIB

Komandan Banser Kraksaan Bantah Keterlibatan Organisasi dalam Aksi di Kediaman Ketua GP Ansor
Trending di Daerah
error: