Menu

Mode Gelap
Probolinggo Dipantau 480 CCTV, Warga Makin Aman atau Justru Terawasi? Dugaan Pelanggaran Etik ASN dan PPPK di Dinkes Probolinggo Disorot Publik May Day di Kabupaten Probolinggo Penuh Kebersamaan, Buruh Sampaikan Delapan Tuntutan Skandal ASN–PPPK di Probolinggo Meledak, Digerebek Suami di Mal hingga Berujung Adu Fisik Harga Daging Ayam di Probolinggo Melonjak, Warga Kurangi Pembelian Khofifah Siap Temui Buruh di May Day 2026, Tekankan Kolaborasi dan Kesejahteraan Pekerja

Nasional

Rocky Gerung dan Kosongnya Suara Oposisi

badge-check


					Rocky Gerung saat menghadiri acara. (Foto; ist/ilustrasi) Perbesar

Rocky Gerung saat menghadiri acara. (Foto; ist/ilustrasi)

Oleh: Atiqurrahman

Jika melihat secara sepintas, tampaknya apa yang dinyatakan Rocky Gerung (RG) kepada presiden Jokowi itu salah dan tidak pantas.

Karena RG menggunakan kata-kata kasar (bajingan tolong) dalam menyampaikan kritiknya. Dan, itu dianggap sebuah penghinaan bagi orang yang memegang adab ketimuran.

Namun, terlepas dari semua itu, saya tahu, bahwa RG tidak peduli soal tatakrama dan kesopan santunan. Ini terlihat dari pernyataannya bahwa, “sopan santun itu bahasa tubuh, pikiran tidak memerlukan sopan santun. Sopan santun dalam pikiran adalah kemunafikan”.

Karena itu, bagi RG, kritik itu sepenuhnya soal rasionalitas dan nalar yang ditujukan pada suatu kebijakan yang diputuskan oleh penguasa.

Dalam artian, setiap kebijakan perlu dikontrol dan diawasi oleh ide dan nalar akal sehat. Agar kebijakannya tepat sasaran, dan tidak merugikan rakyat. Karenanya, RG memposisikan dirinya sebagai oposisi terhadap rezim politik siapa pun.

Rocky Gerung dan Kosongnya Suara Oposisi.

Jika Anda bertanya, siapa oposisi terbaik di republik ini?, saya secara tegas menjawabnya adalah Rocky Gerung.

Sebab, faktanya, hanya Rocky Gerung-lah yang berani melancarkan kritik keras kepada kekuasaan. RG mencoba mengisi kosongnya suara-suara oposisi terhadap kekuasaan saat ini.

Dan, RG mampu melakukannya secara sendirian. Bahkan bisa memanfaatkan setiap momentum untuk menguliti dan menelanjangi segala kebijakan politik Jokowi dengan argumentasi satire dan bernas.

Seharusnya, sikap oposisi ini dilakukan oleh seluruh kalangan masyarakat, terutama partai politik dan para intelektual atau akademisi. Tapi, sebagian (besar) justru membebek dan mengamini narasi-narasi kekuasaan.

Kita tahu, mayoritas partai politik telah diakomodasi oleh Jokowi. Hanya PKS dan Demokrat yang berada diluar gelanggang kekuasaan. Namun, sikap oposisionalnya masih setengah hati, tanpa ada perlawanan secara signifikan.

Lalu, bagaimana dengan para intelektual atau akademisi?, saya setuju dengan apa yang disampaikan oleh Mas Wahyudi Akmaliah dalam tulisannya berjudul “Sosok Oposisi Itu Bernama Rocky Gerung”.

Menurutnya, para intelektual atau akademisi telah terbonsai dengan urusan administratif kampus, serta sibuk dalam mengejar jurnal internasional. Sehingga tak ada waktu sedikit pun untuk sekedar memberikan kritik atau koreksi terhadap jalannya kekuasaan.

Meskipun demikian, saya mendukung sepenuhnya kritik-kritik yang dilancarkan oleh Rocky Gerung. Agar kekuasaan itu tidak mengarah pada otoriterianisme. Dan, demokrasi berjalan sebagaimana mestinya.

Lagi pula, Rocky Gerung adalah aktivis sekaligus pejuang demokrasi, sejak tahun 1990-an bersama Forum Demokrasi (ForDem), sebuah organisasi sipil yang didirikan oleh Gus Dur, Rahman Tolleng, Marsilam Simanjuntak dkk, sebagai wadah perlawanan terhadap rezim Orde Baru.

Bahkan, RG pernah menjadi juru tulis dalam setiap kebijakan politik yang dikeluarkan oleh ForDem. Juga, seringkali RG membantu para aktivis dalam membuat Pledoi atau noktah pembelaan ketika ditangkap oleh polisi.

Salah satunya adalah Fadjroel Rahman, yang sekarang ini berada dalam lingkaran kekuasaan Jokowi. Tepatnya, menjadi juru bicara presiden.

Maka, hemat saya, Presiden Jokowi perlu berterima kasih kepada Rocky Gerung, karena senantiasa mengaktifkan akal sehatnya hanya untuk mengkoreksi setiap kebijakan politiknya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

27 April 2026 - 12:48 WIB

invitation-boxes-with-logo-2 (1)

Koridor Hijau Desa Mulai Dibangun di Grobogan, IPDA Jadi Inisiator Utama

22 April 2026 - 17:38 WIB

Polda Metro Jaya Kantongi Inisial Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Diduga Lebih dari Empat Orang

18 Maret 2026 - 20:24 WIB

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI

14 Maret 2026 - 13:00 WIB

Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas Ditahan KPK dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji 2023–2024

13 Maret 2026 - 13:56 WIB

Trending di Nasional
error: