Wakil Presiden Ajak Masyarakat Sikapi Perbedaan Penetapan Awal Puasa dengan Saling Legowo - Suararakyatindo

Menu

Mode Gelap
UNUJA Toreh Prestasi Nasional, Perpustakaan Raih Akreditasi Tertinggi dari Perpusnas RI Harga Cabe Rawit Melonjak Tajam, Tembus Rp 80 Ribu per Kilogram Kejari Probolinggo Musnahkan Ribuan Barang Bukti dari 115 Perkara Pidana The Evolution of Gaming: From Pixels to Immersive Worlds A Comprehensive Study on Games: Evolution, Impact, and Future Trends Hanura Siap Upgrade Kader Legislatif Daerah pada Rakernas dan Bimtek di Bandung Mendatang

News

Wakil Presiden Ajak Masyarakat Sikapi Perbedaan Penetapan Awal Puasa dengan Saling Legowo

badge-check


					Wakil Presiden KH. Ma'ruf Amin, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Pj. Gubernur Banten Al Muktabar dan Staf Khusus Wapres Masduki Baidlowi. (Foto: Dokumentasi Menteri Ketenagakerjaan) Perbesar

Wakil Presiden KH. Ma'ruf Amin, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Pj. Gubernur Banten Al Muktabar dan Staf Khusus Wapres Masduki Baidlowi. (Foto: Dokumentasi Menteri Ketenagakerjaan)

SUARARAKYATINDO.COM – Kementerian Agama berencana menggelar sidang isbat pada Minggu, 10 April 2024, untuk menentukan awal bulan Ramadan 1445 Hijriah.

Proses ini kerap memunculkan perbedaan penetapan awal puasa antara pemerintah dan organisasi massa Islam, dan Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin memberikan tanggapan terhadap potensi perbedaan ini.

Dalam keterangan pers usai meresmikan 525 BLK Komunitas Program Bantuan Pembangunan Tahun 2023 dan Festival Kemandirian BLK Komunitas di Pondok Pesantren Daarul Archam, Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta masyarakat untuk menghormati perbedaan yang mungkin terjadi dalam penetapan awal Ramadan.

Dalam keterangan pers tersebut, Wapres didampingi oleh Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Pj. Gubernur Banten Al Muktabar, dan Staf Khusus Wapres Masduki Baidlowi.

“Sikap yang kita harus bangun adalah sikap saling pengertian, legowo, untuk bisa berbeda. Dan itu sudah lama kita berbeda, jadi masing-masing saja. Kalau mungkin besok Muhammadiyah masuk Senin, mungkin pemerintah Selasa, ya silahkan Senin atau Selasa,” tutur Wapres Ma’ruf Amin.

Menurut Wapres, perbedaan penetapan awal puasa adalah hal yang wajar. Proses melihat keberadaan hilal melibatkan kriteria-kriteria tertentu yang dapat diinterpretasikan berbeda oleh anggota sidang isbat.

“Setiap ada tinggi hilal di bawah 2 derajat, pasti ada perbedaan, karena perbedaan kriteria. Karena itu, untuk menyamakan kriteria ini kan belum ketemu,” ujarnya.

Wapres juga mengajak masyarakat untuk tetap fokus pada ibadah dengan sungguh-sungguh dan merayakan hari kemenangan sesuai dengan jadwal penetapan yang mereka pilih.

“Pokoknya yang ikut pemerintah, lebarannya ikut pemerintah. Kalau puasanya ikut Muhammadiyah, lebarannya ikut Muhammadiyah. Jangan waktu puasa ikut pemerintah lebih belakang, giliran lebaran ikut yang lebih dulu, itu tidak betul,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Temui Puan Maharani, Aspirasi Kiai Kampung Dijanjikan Masuk Agenda Transformasi DPR

5 September 2025 - 17:13 WIB

Gelombang Protes Kasus Affan Kurniawan Meluas, Ribuan Massa Bakar Fasilitas di Polda DIY

29 Agustus 2025 - 22:56 WIB

Prabowo Hormati KPK OTT Wamenaker Immanuel Ebenezer

22 Agustus 2025 - 10:12 WIB

Pacaran Berujung Teror: Seorang Gadis di Kraksaan Jadi Korban Kekerasan saat Menolak Gugurkan Kandungan

5 Agustus 2025 - 19:58 WIB

Maraknya Pengibaran Bendera One Piece, Menteri HAM: Pemerintah Bisa Melarang karena Langgar Hukum dan Bentuk Makar

5 Agustus 2025 - 07:00 WIB

Trending di News
error: